• Berita Terkini

    Thursday, November 17, 2016

    10.685 Pencaker Belum Dapat Kerjaan Alias Masih Nganggur

    KEBUMEN (kebumenekspres.com)- Angka pengangguran usia produktif di Kabupaten Kebumen masih terbilang tinggi. Pantas saja, hingga kini kabupaten penghasil biji jenitri ini masih menempati peringkat kedua terbawah sebagai kabupaten termiskin di Jawa Tengah.

    Berdasarkan data Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi dan Sosial (Disnakertransos) Kabupaten Kebumen, hingga saat ini pencari kerja (pencaker) yang terdaftar sebanyak 13.490 orang. Dari jumlah itu, 2.805 orang atau 21 persen pencari kerja telah berhasil ditempatkan di berbagai perusahaan. Sedangkan sisanya sebanyak 10.685 orang atau 79 persen pencari kerja masih menganggur.

    Bupati Kebumen Mohammad Yahya Fuad, menyebutkan berbagai faktor yang mengakibatkan banyaknya pengangguran. Diantaranya, masih berlakunya sistim kontrak dalam perusahaan yang membuat masa kerja singkat. "Sehingga semula yang semula bekerja menjadi tidak bekerja," kata Mohammad Yahya Fuad, di Kantor Balai Latihan Kerja (BLK) Kebumen, kemarin.

    Faktor lain yang menyumbang angka pengangguran, yakni kurang kompetennya Sumber Daya Manusia (SDM), sehingga banyak yang gagal dalam proses seleksi. "Tak hanya itu, minimnya industri padat karya di Kabupaten Kebumen yang bisa menampung ribuan tenaga kerja. Ini juga turut menyumbang angka pengangguran," ujarnya.

    Mengatasi masalah tersebut, kata bupati, Pemkab Kebumen terus berupaya mengatasinya. Diantaranya dengan optimalisasi peran Bursa Kerja Khusus (BKK). BKK ini berfungsi untuk mempertemukan para pencari kerja dengan pengguna tenaga kerja, yang berada di satuan pendidikan menengah dan perguruan tinggi.

    "Hingga akhir Oktober 2016, program Bursa Kerja Khusus telah berhasil menempatkan 1.392 orang pencari kerja," bebernya.

    Dia melanjutkan, upaya lain dilakukan Pemkab Kebumen, dengan meningkatkan kompetensi lembaga pelatihan. Baik yang swasta maupun negeri. Dimana hingga akhir Oktober 2016 telah melatih sebanyak 3.497 orang. Dari sejumlah yang sudah terserap sebanyak 1.821 orang dan yang mandiri sebanyak 382 orang.

    Adapun jumlah perusahaan di Kabupaten Kebumen sebanyak 704 perusahaan. Yang mampu menamnpung tenaga kerja sebanyak 11.415 orang. Sedangkan peluang kerja atau magang ke luar negeri, tahun 2016 dibutuhkan tenaga kerja wanita sebanyak 1.023 orang dan tenaga kerj laki-laki sebanyak 104 orang.

    "Untuk magang ke Jepang jumlahnya tidak dibatasi, asal memenuhi syarat yang dibutuhkan. Inilah peluang bagi para pencari kerja yang harus dimanfaatkan secara optimal," pungkasnya.(ori)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top