• Berita Terkini

    Tuesday, October 18, 2016

    Wow, Laju Pertumbuhan Penduduk Kebumen Tinggi

    KEBUMEN (kebumenekspres.com)- Laju pertumbuhan penduduk di Kabupaten Kebumen saat ini masih cukup tinggi. Berdasarkan data terbaru, laju pertumbuhan penduduk mencapai 0,57 persen. Angka tersebut jauh lebih tinggi dari pertumbuhan penduduk Jawa Tengah sebesar 0,37 persen.

    Hal itu disampaikan oleh Wakil Bupati Kebumen, Yazid Mahfudz, saat menjadi pembina upacara 17-an, di Lapangan Pemda Kebumen, Senin (17/10/2016).

    Menurut Gus Yazid (sapa karib Yazid Mahfudz), total Fertility Rate (TFR) atau rata-rata ibu melahirkan di Kebumen 2,75 persen, lebih tinggi dari Jawa Tengah 2,5 persen.

    "Untuk itu, mari kita gaungkan kembali program Keluarga Berencana. Salah satunya melalui program pembentukan Kampung KB, yang mulai dicanangkan oleh Presiden awal tahun 2016," kata Gus Yazid, membacakan sambutannya.

    Untuk di Kabupaten Kebumen, kata wakil bupati, telah dilaunching pada akhir Februari 2016, di Desa Logandu Kecamatan Karanggayam.

    Dia menegaskan, Kampung KB akan terus dibentuk, dengan harapan program Kependudukan, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) kembali menggema. Sehingga partisipasi masyarakat dalam ber-KB tinggi.

    Gus Yazid melanjutkan, pelaksanaan progam KB bukan hanya untuk menekan jumlah kelahiran tetapi untuk meningkatkan kualitas keluarga. Untuk itu, lonjakan jumlah penduduk harus diimbangi dengan kebutuhan energi. Jika tidak akan berimbas pada kelangkaan berbagai kebutuhan.

    Dia berharap, semua komponen, SKPD maupun desa untuk mensukseskan program KKBPK di Kabupaten Kebumen. Khususnya dengan mendukung dan mengalokasikan program produktif di Kampung KB, sesuai dengan potensi yang ada di desa.

    "Ini supaya tak hanya laju pertumbuhan penduduk yang bisa ditahan, tetapi kualitas keluarga juga bisa dicapai," tegasnya.

    Tak hanya itu, hingga saat ini, Indek Pembangunan Gender (lPG) Kabupaten Kebumen juga masih rendah, dibawah IPG Provinsi Jawa Tengah. Dari komponen pembentuk lPG, yang masih rendah adalah sumbangan pendapatan dari perempuan. Demikian juga untuk rata-rata lama sekolah, perempuan belum sama dengan laki-laki.

    Sedangkan dalam hal Perlindungan dan Pemenuhan Hak Anak, lanjut Gus Yazid, Kabupaten Kebumen telah melakukan beberapa kegiatan. Antara lain, pembentukan dan penguatan Kelompok Perlindungan Anak Desa (KPAD).

    "Ini merupakan sistem perlindungan anak yang berbasis masyarakat. Saat ini, sebagian besar desa/kelurahan di Kebumen sudah membentuk KPAD. Sistem ini diakui ditingkat Nasional dan dijadikan percontohan," paparnya.

    Lebih jauh, sistem perlindungan anak berbasis masyarakat dinilai berhasil secara efektif melakukan pencegahan. Serta merubah pola pikir masyarakat yang semula menganggap pelecehan terhadap anak dianggap tabu. Saat ini masyarakat mulai berani melaporkan bila terjadi kekerasan pada anak.

    Apalagi Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P2TP2A) telah berfungsi maksimal. Seperti dalam memberikan pelayanan korban kekerasan anak dan kekerasan rumah tangga, korban traffiiking, pekerja anak, maupun anak berkebutuhan kusus. "Peran P2TP2A harus tetap kita tingkatkan untuk dapat memberikan pelayanan yang lebih baik," tandasnya.

    Pada kesempatan itu, juga diserahkan penghargaan Adhi Karya Pangan Nusantara Tingkat Provinsi Jawa Tengah Tahun 2016 kepada lima warga Kebumen. Yaitu, Kepala Desa Karangduwur Kecamatan Ayah, sebagai Peringkat II Kategori Pembina Ketahanan Pangan (Aparat Pemerintahan Desa).

    Selanjutnya, Unit Pengolah Kelapa Terpadu "Sun Coco” Desa/kecamatan Petanahan sebagai Peringkat III
    Kategori Pelaku Ketahanan Pangan (Kelompok Pengembang Usaha Pangan Lokal). Kemudian, Kelompok Tani Ternak "Rukun Maju Makmur” Desa Sitiadi Kecamatan Puring, sebagai Peringkat III Kategori Pelaku Ketahanan Pangan (Kelompok Produksi Pangan). Disusul, Kelompok Tani “Mekar Jaya” Desa Bendungan Kecamatan Kuwarasan, sebagai Peringkat III Kategori Pelaku Ketahanan Pangan (Kelompok Produksi Pangan). Serta Ketua Gapoktan “Mitra Permata”, Desa Tersobo Kecamatan Prembun, sebagai Petani Berprestasi.(ori

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top