• Berita Terkini

    Tuesday, October 4, 2016

    Warga Kabuaran Minta Dibangunkan Jembatan Permanen

    IMAM/EKSPRES
    KEBUMEN (kebumenekspres.com)- Satu-satunya akses jalan yang menghubungkan Desa Kabuaran Kecamatan Prembun dengan Desa Jembangan Kecamatan Poncowarno putus sudah. Itu setelah penghubung kedua desa itu yakni jembatan Sungai Pedegolan, tepatnya berada di RT 4 RW 1 Dukuh Pedegolan Desa Kabuaran hanyut diterjang banjir, Senin (3/10/2016).

    Rusaknya jembatan akibat diterjang banjir, juga mendapat perhatian langsung dari Wakil Bupati Kebumen KH Yasid Mahfudz. Selasa (4/10/2016) wakil bupati beserta DPU dan Camat Prembun Suis Idawati, meninjau langsung lokasi jembatan tersebut.

    Kepala  Desa Kabuaran, Muhardi dalam kesempatan itu meminta kepada pemerintah untuk segera melakukan  perbaikan jembatan secara permanen. Sebab jembatan tersebut merupakan akses vital bagi warga Desa Kabuaran dan sekitarnya. “Saya sangat kasihan kepada para anak sekolah dan petani. Mereka harus memutar dengan jarak tempuh 10 kilometer,” terangnya didampingi Ketua DPD, Rojiman.

    Dia menyampaikan, jembatan yang melintang dengan  panjang 60 meter dan lebar 2 meter itu telah berulang kali rusak, tepatnya sejak patah akibat tidak kuat menahan beban mobil colt desel bermuatan kayu bakar pada tanggal 17 Mei silam.  Sejak saat itu, digunakan darurat menggunakan batang pohon kelapa. Bahkan menurut penuturan warga untuk membangun jembatan darurat diperlukan 15 batang pohon kelapa.

    Sementara itu, Warisman (39) warga lainnya mengatakan hal serupa, jembatan tersebut sudah menjadi kebutuhan pokok bagi warga desa. Setelah rusak pada 17 Mei silam, jembatan telah berulang kali diperbaiki. Namun berkali-kali pula rusak. “Ini malah baru seminggu dapat dilewati, kini telah rusak kembali,” keluhnya.

    Sementara itu Wakil Bupati Kebumen KH Yazid Mahfudz mengatakan, dalam waktu dekat akan segera dilakukan perbaikan dengan jembatan darurat. Setelah itu baru dilakukan pembangunan jembatan secara permanen. “Mengenai desainnya, kami serahkan kepada DPU,” tuturnya, yang seketika diamini oleh Kepala DPU Kebumen Slamet Mustolkhah.

    Sementara itu Camat Prembun Suis Idawati mengaku sangat senang dengan adanya kunjungan tersebut. Wakil bupati dapat langsung melihat sendiri kondisi jembatan yang rusak.

    Untuk diketahui, jembatan tersebut dibuat sekitar 15 tahun yang lalu. Awalnya merupakan jembatan yang terbuat dari bambu yang dibangun pada tahun 1980. Kemudian dibangun permanen menggunakan dana dari swadaya masyarakat. “Dulu waktu tahun 1980, jembatan dibangun menggunakan bambu yang kemudian dibangun secara permanen. Kala itu warga dikenakan iuran sebesar Rp 100 ribu,” ucap Siswanto warga lainnya. (mam)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top