• Berita Terkini

    Wednesday, October 5, 2016

    Tak Ada yang Aneh Sebelum Ipda Nyariman Ditemukan Meninggal

    ISTIMEWA
    KEBUMEN (kebumenekspres.com)- Meninggalnya Kapolsek Karangsambung Ipda Nyariman dengan cara gantung diri menyisakan duka mendalam bagi keluarga serta rekan-rekannya di jajaran Polres Kebumen. Di mata orang-orang terdekatnya, almarhum dikenal sebagai orang yang baik serta suka menolong.

    Kasatreskrim Polres Kebumen, AKP Willy Budiyanto SH MH kemarin mengaku masih tidak percaya rekannya itu memilih mengakhiri hidupnya dengan cara setragis itu. Di mata AKP Willy, Ipda Nyariman adalah mitra yang baik. AKP Willy mengatakan, interaksinya dengan almarhum intens saat yang bersangkutan masih menjabat sebagai Perwira Urusan Penerapan Hukum Subbag Hukum, Polres Kebumen. "Kami sering berdiskusi membahas bila ada kasus sebelum dilakukan gelar perkara. Selama ini, masukannya sangat bagus. Beliau orang yang cerdas," ujar AKP Willy dengan suara bergetar menahan haru saat bercerita soal almarhum.

    Jalinan persahabatannya dengan almarhum berlanjut setelah almarhum dipindahtugaskan sebagai Kapolsek Karangsambung pada awal tahun. Ya, almarhum baru sekitar 6 bulan menjabat Kapolsek Karangsambung. Ketika mendapat kabar almarhum meninggal apalagi dengan cara bunuh diri, Willy mengaku sangat shock. Terlepas dari apa yang melatarbelakangi keputusan nekad itu, Willy tetap meyakini almarhum sebagai orang yang baik, jujur serta suka bekerja keras.

    Kepadanya atau rekan polisi yang lain, menurut Willy, almarhum tidak pernah bercerita hal-hal yang bersifat pribadi. Juga tidak pernah mengeluhkan sesuatu. "Kalau ada persoalan itu sifatnya pribadi. Yang jelas, dia entengan, enak diajak berdiskusi dan cerdas," ujarnya yang mengaku sangat prihatin dengan apa yang terjadi pada almarhum tersebut.

    Tak hanya di mata rekan-rekan kerjanya, almarhum juga dikenal sebagai pribadi yang hangat di keluarga. Almarhum meninggalkan seorang istri dengan tiga anak. Dari tiga anaknya, dua diantaranya meneruskan profesi ayahnya sebagai polisi. Masing-masing bertugas di Polres Wonosobo dan Polda Jawa Tengah. Ririn (50), yang juga mertua almarhum mengatakan, Ipda Nyariman adalah sosok pekerja keras dan baik juga ayah yang hangat bagi keluarganya. Oleh sebab itu, kematian almarhum dengan cara demikian tragis membuat keluarga nyaris tidak percaya. "Orangnya sangat baik. Kami kaget ketika mendengar dia meninggal dengan cara seperti itu," ujar Ririn.

    Pantauan koran ini kemarin, jenasah almarhum langsung dibawa ke Blora yang merupakan tempat asalnya.  Itu juga sesuai wasiat yang ditinggalkan almarhum sebelum mengakhiri hidupnya dengan gantung diri. Wasiat itu berwujud secarik kertas dan ditulis dengan tinta hitam. Dalam surat itu, almarhum menulis "bapak tolong saya langsung dibawa ke Blora". Selain tulisan itu, almarhum juga mencantumkan nomor telepon keluarga yang bisa dihubungi.(cah)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top