• Berita Terkini

    Kamis, 20 Oktober 2016

    Siswa SMK Purnama 2 Gombong Dilatih Tanggulangi Bencana

    KEBUMEN (kebumenekspres.com) - Bencana kebakaran bisa terjadi di mana saja dan menimpa siapa saja. Rumah pribadi, pasar, perkantoran, lembaga pendidikan ta luput dari ancaman jago merah. Dengan latar belakang itulah,  SMK Purnama 2 Gombong menggelar pelatihan penanggulangan bencana kebakaran di sekolah setempat, Selasa (18/10/2016). Para peserta diberikan materi oleh tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kebumen.

    Tak sekadar teori, para pelajar dan guru sekaligus melakukan simulasi pemadaman api. Dalam simulasi yang berlangsung di halaman sekolah itu dipraktikan dua cara dalam memadamkan api yaitu pemadaman api dengan cara manual dan pemadaman dengan menggunakan alat pemadam kebakaran seperti alat pemadam api ringan (APAR). Bahkan satu unit mobil pemadam kebakaran dari POS BPBD Gombong diturunkan untuk simulasi penanggulangan kebakaran.

    "Pelatihan ini memberikan pengetahuan yang benar serta keterampilan dalam penanggulangan bencana kebakaran," ujar Kepala SMK Purnama 2 Gombong Sutopo HS didampingi Anggota Komite Sekolah Joko Waluyo di sela-sela acara.

    Joko Waluyo menambahkan, pelatihan itu juga terinspirasi adanya kejadian di Banyumas. Di mana ada seorang pelajar yang berusaha menolong saat kebakaran tetapi karena tidak memiliki pengetahuan yang benar justru menjadi korban.    "Untuk itu, kami rasa sangat penting memberi bekal kepada peserta didik mengenai penanggulangan bencana utamanya kebakaran," imbuh Joko Waluyo.

    Kepala Seksi Pencegahan Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kebumen Akhmad Sofwani menyampaikan penanggulangan bencana tidak hanya tugas pemerintah, tetapi juga masyarakat hingga dunia usaha. Lembaga pendidikan juga perlu memperhatikan kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana. "Tidak hanya kebakaran saja, tetapi juga banjir, gempa bumi, hingga tanah longsor," ujar Akhmad Sofwani.

    Terkait hal itu perlu kebijakan sekolah untuk menerapkan SOP dalam penanggulangan bencana. Dia menjelaskan, penataan ruang dan gedung yang bertingkat, termasuk lembaga pendidikan harus mengantisipasi bilamana terjadi kebakaran. Dengan demikian proses evakuasi dan penyelamatan terhadap pasien dengan cepat dapat dilakukan  "Idealnya, sebuah gedung bertingkat tidak hanya memiliki satu tangga, namun harus memiliki lebih dari dua tangga. Sehingga jika terjadi bencana kebakaran tidak memakan korban jiwa," katanya.

    Di sisi lain, Sofwani mengatakan, ada peningkatan kesadaran dari instansi atau sekolah di Kebumen untuk melaksanakan pelatihan penanggulangan bencana. Di satu sisi, itu patut disyukuri namun juga cukup membuat geli. "Adanya pelatihan penanggulangan bencana sebagian besar alasannya karena sebagai syarat akreditasi. Tapi apapun, itu tetap disyukuri karena artinya ada peningkatan kesadaran masyarakat," ujarnya sembari tersenyum.(cah)


    Berita Terbaru :


    Scroll to Top