• Berita Terkini

    Tuesday, October 4, 2016

    Sampah Menggunung di Bantaran Sungai Lukulo

    saefur/ekspres
    KEBUMEN (kebumenekspres.com)- Sampah menggunung di bantaran Sungai Lukulo, persisnya di Jalan Manggis Kelurahan/Kecamatan Kebumen. Selain mengganggu pemandangan, timbunan sampah juga menyebarkan bau tak sedap.

    Pantauan koran ini, setiap harinya, becak hilir mudik mengangkut sampah. Sampah yang menggunung itu juga menjadi lahan bagi para pemulung mencari barang-barang bekas.

    Salah satu petugas sampah, Suparno (61) mengatakan, dalam sehari, satu petugas pengumpul sampah bisa membuang 5- 10 rit angkut penuh becak. Jumlah itu akan naik dua kali lipat saat waktu libur. Sampah-sampah itu berasal dari rumah tangga di kawasan perkotaan Kebumen seperti warga Jalan Ampera, Tendean, Suparman, Panjer dan wilayah di perkotaan lainnya.

    Orang seperti Suparno bisa disebut sebagai tenaga suka rela pengangkut sampah. Soalnya, dia tak dibayar oleh dinas atau instansi apapun. Dia mendapat penghasilan dari warga yang menyuruhnya membuang sampah. Untuk setiap kepala keluarga, Suparno mendapat upah Rp 11 ribu perbulan. Sehingga, penghasilan dari para tukang sampah seperti Suparno tergantung seberapa banyak pelanggan. "Paling banter satu juta perbulan," akunya.

    Suparno mengatakan, membuang sampah di pinggir Luk ulo menjadi cara paling cepat dan mudah membuang sampah para pelanggannya. "Iya mbuang di sini jauh lebih dekat dan cepat. Soalnya, kalau harus nunggu mobil sampah (truk sampah) lama. Sedangkan pekerjaan untuk menarik sampah dari lingkungan warga masih banyak," kilah Suparno.

    Apakah warga tidak terganggu dengan adanya bau yang menyengat? Salah satu warga yang biasa memulung di tempat itu, Sumiati mengaku  sudah terbiasa dengan bau tak sedap itu. Dia bahkan mengaku senang ada tempat pembuangan sampah di tempat tersebut bisa mendatangkan uang baginya yang berprofesi sebagai pemulung.(saefur/cah)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top