• Berita Terkini

    Tuesday, October 11, 2016

    Pemkab Kebumen Putuskan Korban Longsor Kutosari Direlokasi

    sudarno ahmad/ekspres
    KEBUMEN (kebumenekspres.com)- Akhirnya Pemkab Kebumen bakal merelokasi warga di Desa Kutosari, Kecamatan Kebumen, yang rumahnya hampir amblas karena erosi Sungai Lukulo. Kepastian itu setelah Bupati Kebumen Mohammad Yahya Fuad, meninjau lima rumah yang berada di bantaran sungai terpanjang di Kabupaten Kebumen itu, Selasa (11/10/2016).

    Bupati yang didampingi Sekda Adi Pandoyo, mengatakan lima keluarga yang rumahnya terancam ambruk itu harus secepatnya direlokasi. Pasalnya, jika dibiarkan lama akan sangat membahayakan penghuninya. Lima keluarga yang akan direlokasi, yaitu keluarga Khanafi (56), Suryatno (50), Warid (60), Ahmad Japar (67), dan Warsiyo (56). Semuanya warga Dusun Tembana RT 01 RW 05 Desa Kutosari, Kecamatan Kebumen.  "Untuk sementara sambil nunggu relokasi, kita akan akan kasih dana untuk ngontrak dulu," tegas Bupati Mohammad Yahya Fuad, disela-sela meninjau lokasi bencana.

    Menurut bupati, kelima keluarga tersebut sudah bersedia dipindahkan dari pinggir Sungai Lukulo. Bahkan empat diantaranya sudah memiliki lahan di tempat lain, sehingga memudahkan pemerintah daerah untuk memindahkan mereka. "Ada satu yang tidak punya tanah di tempat lain. Nanti kita carikan lahan bengkok milik desa," katanya.

    Tak hanya di Desa Kutosari, Bupati Mohammad Yahya Fuad juga meninjau rumah di Jalan Mangga Kelurahan/kecamatan Kebumen. Di tempat ini, bupati meminta tiga keluarga untuk pindah sementara demi keselamatan mereka.  "Kita akan mengusulkan kepada BBWSO untuk melakukan normalisasi sungai. Tapi sebelum itu demi keamanan masyarakat yang terkena imbasnya kita ungsikan dulu dan kita relokasi," bebernya.

    Untuk diketahui, tanah bergerak di Dukuh Tembana Desa Kutosari, Kecamatan Kebumen merusak satu rumah warga. Rumah milik Khanafi (56) warga RT 01 RW 05 desa setempat itu, bagian depannya roboh tergerus rekahan tanah. Beruntung tidak ada korban jiwa pada persitiwa itu, karena rumah yang berada persis di pinggir Sungai Lukulo itu sudah ditinggal oleh pemiliknya.

    Retakan tanah yang terkikis air hujan sejak Sabtu (8/10) pekan lalu itu bahkan menyebabkan tebing setinggi 20 meter dan panjang 25 meter longsor. Tak hanya merusak rumah milik Khanafi, pergerakan tanah di RT 01 RW 05 itu juga mengancam empat rumah milik warga lainnya. Yaitu, rumah milik Suryatno (50), Warid (60), Ahmad Japar (67), dan Warsiyo (56).
    Warga yang tetap bertahan di tempat itu mengaku was-was jika hujan turun, terutama pada malam hari. Seperti keluarga Warsiyo, yang memilih tetap bertahan karena tidak memiliki tempat untuk tinggal sementara. Bahkan keluarga ini memilih tidur diemperan rumahnya untuk memudahkan menyelamatkan diri jika sewaktu-waktu terjadi longsor. "Ya terpaksa tidur di emperan, " kata Siti Khotimah, istri Warsiyo.
    Warga mengaku selalu tidak tenang tinggal ditempat itu. Tetapi mereka tidak punya pilihan lain karena mereka tak memiliki rumah maupun tanah di tempat lain. "Kami berharap pemerintah bisa merelokasi kami ke tempat yang lebih layak. Karena kami sudah tidak tenang tinggal disini," pinta warga.

    Tak hanya di Desa Kutosari, musibah serupa juga terjadi di RT 03 RW 07 Kelurahan Kebumen. Sebanyak tiga rumah ambruk tergerus rekahan tanah yang berada di bantaran Sungai Lukulo itu. Tiga rumah yang nyaris ambruk di Jalan Mangga Kebumen itu, yakni rumah milik Kamad Puji YuWono, Sumbono, dan Turino. (ori)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top