• Berita Terkini

    Sunday, October 9, 2016

    Operasi Pasar, Harga Gula Pasir Turun Rp 200

    sudarno ahmad/ekspres
    KEBUMEN (kebumenekspres.com)– Operasi Pasar (OP) untuk komoditi gula pasir menjelang kedatangan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita dan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, pada Jum'at (07/10/2016) berhasil menurunkan harga gula pasir di Kebumen. Sayangnya, penurunannya belum siginfikan baru sekitar Rp 200 per kilogramnya.

    Sebelum Operasi Pasar harga gula pasir di Pasar Giwangretno, Kecamatan Sruweng, dari Rp 13.100 per kilogram, turun menjadi Rp 12.900 per kilogram. Atau turun sebesar Rp 200 per kilogramnya. "Walaupun penurunannya, namun bagi kami ini sangat berarti," kata Sardiyem (47), salah satu pedagang di Pasar Giwangretno, kepada Kebumen Ekspres, kemarin.

    Menurut Sardiyem harga gula pasir Operasi Pasar sebesar Rp 12.500 per kilogram. Sedangkan harga gula pasir di luar Operasi Pasar sebesar Rp 12.900 per kilogram, atau hanya berselisih harga Rp 400 per kilogram.

    Kondisi itupun dilaporkan kepada Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, saat mengunjungi pasar tersebut. Sebanyak 4.190 kilogram gula dikucurkan pada Operasi Pasar gula ex Primkopol tersebut. Gula tersebut diberikan kepada 29 pedagang dengan harga beli Rp 11.500 per kilogram. Operasi Pasar itu juga digelar di Pasar Tumenggungan Kebumen, sebanyak 3.490 kilogram bagi 30 pedagang.

    Pada kunjungannya ke Pasar Giwangretno, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita menilai pasar rakyat merupakan salah satu indikator nasional dalam pergerakan tingkat kestabilan harga. "Tidak boleh dilupakan, pasar rakyat merupakan ujung tombak pemasaran hasil produksi petani, nelayan, peternak, dan produk UKM. Sekaligus tempat penyediaan kebutuhan pokok masyarakat," tegas Mendag.

    Kunjungan ke Pasar Giwangretno ini untuk memantau amanat program nawacita, yaitu revitalisasi pasar. Untuk itu, Mendag berkomitmen terus berupaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui upaya revitalisasi pasar rakyat.

    Menurutnya, dengan revitalisasi pasar rakyat, maka pasar rakyat akan berada dalam kondisi yang baik. Dengan kondisi pasar yang baik diharapkan dapat membantu masyarakat untuk menjual hasil produksi yang baik juga.

    Pasar Giwangretno merupakan pasar rakyat yang dimiliki Pemerintah Kabupaten Kebumen yang mendapatkan bantuan dana revitalisasi Pasar Rakyat melalui Tugas Perbantuan dari Kemendag pada 2015 senilai Rp 10 miliar. Pasar yang memiliki luas lahan sebesar 3.768 m2 ini ditempati 392 pedagang dengan omzet Rp 3 miliar per bulan.

    Pasar Giwangretno ini merupakan pasar yang beroperasi pada hari Selasa dan Jumat. Namun demikian, di hari-hari lainnya masih terlihat aktivitas penjualan dan pembelian oleh beberapa pedagang. Komoditas yang diperdagangkan antara lain bahan pokok, sayur mayur, buah-buahan, lauk pauk,kelontong, dan produk sandang.

    Pada 2016, Pasar Giwangretno memperoleh bantuan sarana usaha dagang berupa meja boks sebanyak 262 unit dan meja serba guna sebanyak 30 unit. Bantuan lainnya yang akan diberikan secara bertahap yaitu meja berjualan dan gantungan sebanyak 48 unit.(ori)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top