• Berita Terkini

    Tuesday, October 11, 2016

    Nyinggang Padi, Nenek di Pemalang ini Alami Keanehan pada Tubuhnya

    M. RIDWAN/RADAR PEMALANG
    PEMALANG
    – Nyinggang (Jawa-red) adalah pekerjaan mengambil bulir padi di areal bekas sawah yang sudah dipanen, namun tumbuh padi lagi. Singgang (padi yang tumbuh di areal sawah tersebut) biasanya tumbuh karena terlalu lama bonggol padi (damen, jawa-red) dibiarkan sehingga tumbuh daun padi hingga akhirnya berbuah.

    Singgang itu dianggap bebas untuk dipetik oleh siapa saja, karena tidak dipelihara seperti para petani menanam padi dari awal hingga panen. Hal itu dimanfaatkan oleh sebagian ibu-ibu untuk memungut singgang tersebut, dan hasilnya sangat menggiurkan hingga 4 – 8 karung dalam waktu 1 minggu.

                Warga digegerkan dengan kejadian seseorang yang nyinggang di areal Blok PTPPN Panggung, Desa Pesantren Kecamatan Ulujami, setelah itu mengalami kenehan pada dirinya. Adalah Tasmiah (80) nenek warga Dusun Nambangsari RT.02 RW.02 Desa Kendalrejo, Kecamatan Petarukan mengalami hal yang aneh pasca nyinggang di blok Panggung tersebut. Dia seakan dikendalikan oleh sesuatu karena tangan dan kakinya selalu bergerak-gerak tanpa perintah sinyal dari dirinya.

                Ditemui di rumahnya yang didampingi suami, Kardiyan,85, dan cucu (dari anak adiknya) Casmudi, Tasmiah terlihat proaktif ketika ditanya. Pendengarannya juga cukup tajam tidak seperti sebelum kejadian. Namun lagi-lagi, Tasmiah memegang tangannya sendiri karena tidak mampu menghentikan tangan satunya yang terus bergerak, begitu juga kakinya.

    “Mboh ora ngerti, kiye tangan njaluke obah-bah terus, nganti aku jengkel dewe,” (Tidak tahu, ini tangan mintanya bergerak terus, sampai saya jengkel sendiri,” ucap Tasmiah, Senin (10/10).

                Tetangganya, Sidak,33, menyampaikan, awal kejadiannya, saat itu Tasmiah ingin pergi mencari padi yang tumbuh di sawah-sawah. Tetapi di sekitar sawah didesanya ada justru pergi ke Blok Panggung di Desa Pesantren. Baru memetik kira-kira mendapat satu genggang, Tasmiah merasakan pusing sehingga padi yang sudah dipetiknya dibiarkan dan Tasmiah pulang. “Sampai di rumah seperti itu ngigau dan selalu bicara sendiri,” kata Sidak.

                Disampaikannya, hal aneh yang terjadi pada Tasmiah adalah orangnya menjadi proaktif (tidak mau berhenti di tempat) selalu ingin jalan walupun entah kemana tujuannya. Tangan dan kakinya selalu bergerak-gerak seakan ada yang mengajaknya untuk pergi.

    “Yang berbeda, pendengarannya menjadi lebih tajam dbianding sebelumnya,” ujarnya.

                Sementara itu, Kepala Desa Kendalrejo Titi Iswati mealui Kadus II Nambangsari, Supriyadi menyampaikan, secara umum tidak terjadi hal-hal yang membuat warga terganggu. Walaupun sering bicara sendiri hingga malam, namun tidak sampai menggangu warga sekitar. “Terjadi aneh memang saat saya pegangi tangannya, tidak mau diam terus seperti menarik-narik,” kata Supriyadi.

                Tasmiah yang hidup bertiga bersama suami dan cucunya adalah orang yang kuat, sebelum nyingang pekerjaan sehari-hari adalah mencari kangkung dan dia bawa sendiri hingga sampai ke rumah. Fisiknya tergolong masih kuat, namun terkait hal ini pihak desa telah mengupayakan untuk penyembuhan Tasmiah agar bisa normal seperti sedia kala. “Bu Kades sudah mengupayakan untuk kesembuhan Tasmiah,” terangnya

    TERJADI DI KLAREYAN

               Sementara itu, di Desa Klareyan Kecamatan Petarukan, juga terjadi hal yang sama. Seorang wanita yang tiba-tiba mengomel sendiri bahkan memarahi suaminya tanpa sebab yang jelas yang diduga akibat memetik padi (nyinggang) di areal sawah bekas yang di panen di desanya.

                Carto ( 42), warag Desa Klareyan Kecamatan Petarukan menyampaikan, kabar seseorang mengalami keanehan pasca nyinggang sudah cukup lama yang hingga sekarang sudah santer dibicarakan oleh semua orang. “Situr warga RT.06/01 yang menjadi korban pasca nyinggang di sawah,” ujarnya.

                Menurut Carto, korban selalu marah-marah dan bicara sendiri, bahkan tidak jarang memarahi suaminya sendiri. Dia juga berkata seperti menirukan perkataan orang lain “Senang ya ngambil padi terus, emangnya padi ini milik siapa,”  kata Carto menirukan perkataan Situr. (rid/sri)


    Berita Terbaru :


    Scroll to Top