• Berita Terkini

    Friday, October 7, 2016

    Luwur Makam Sunan Kudus Dibuat Secara Manual

    DONNY S/RADAR KUDUS
    KUDUS – Pemasangan luwur di Makam Sunan Kudus dimulai hari ini (8/10). Diperkirakan membutuhkan waktu empat hari.

    Syukron, panitia Buka Luwur dari Yayasan Masjid Menara dan Makam Sunan Kudus (YM3SK) mengatakan, tidak ada urutan khusus pemasangan luwur. Hanya saja ranjam, salah satu penutup luar makam dipasang diakhir. “Nantinya akan dipasang secara simbolis di puncak acara, 10 Muharram atau Selasa (11/10) mendatang,” ungkapnya kemarin (7/10).

    Saat ini panitia mempersiapkan luwur yang akan dipasang. Pembuatan dilakukan sejak 6 Muharram di Tajuk Pendapa Menara Kudus. Seluruh luwur dibuat secara manual. Pembuatannya ditangani 32 perewang. Jumlah itu belum tenaga sukarela. Semuanya laki-laki dari umur 25 tahun hingga 70 tahun.
    Dia mengaku, perewang yang datang sebelumnya diseleksi. Tidak ada ketentuan khusus pembuatnya. Namun, mengutamakan laki-laki yang teliti dan rapi. “Secara teknis pembuatan luwur ini mudah. Namun, kerapian yang paling dinilai,” paparnya.
    Selain luwur, ada kemul, tenger, ranjam dan vitras untuk menutupi seluruh bagian makam. “Dalam pembuatan luwur ini menghabiskan sekitar 45 meter kain terdiri dari 15 pisces kain mori. Untuk klambu kuncup dan langitan yang dipasang di plafon menghabiskan kain sekitar 2 x 40 meter,” ungkap Syukron
    Syukron menceritakan, pembuatan luwur setiap hari menghabiskan waktu sepuluh jam setiap hari, dimulai pukul 08.00 hingga 18.00. “Setelah jadi langsung dipasang untuk menghemat waktu,” imbuhnya.
    Dia menerangkan, ada empat kategori pembuatan luwur. Yaitu wiron, kompol, unthuk banyu, dan melati. Keempat kategori tersebut memiliki bentuk yang berbeda karena nantinya dipasang di tempat yang berbeda.
    “Wiron yang membentuk tumpukan kain dipasang pada bagian atas makam. Kompol yang berbentuk seperti lampion dipasang untuk hiasan pada ujung dinding makam. Unthuk Banyu yang membentuk tetesan air yang menumpuk dipasang di setiap rusuk bangunan, dan Melati yang berbentuk bunga berukuran paling kecil dipasang sebagai hiasan makam,” tuturnya.
    Sebelum pemasangan luwur, YM3SK mengadakan pengajian Munadharah Masail Diniyyah pada Minggu (9/10). Setelah pengajian diadakan pembagian bubur Asyura pada Senin (10/10) sekitar pukul 08.00. (sha/ris)


    Berita Terbaru :


    Scroll to Top