• Berita Terkini

    Tuesday, October 25, 2016

    Larung Kepala Kerbau, Bentuk Rasa Syukur Nelayan Batang

    M Dhia Thufail
    BATANG - Sebanyak 20 Kapal milik nelayan dan Polisi Air yang berisi ratusan orang pada Selasa (25/10) ikut serta melakukan prosesi Nyadran. Prosesi tersebut berupa pelarungan sesaji untuk mengungkapkan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan berkah atas hasil laut yang melimpah.’

    Prosesi Nyadran itu sendiri dilaksanakan oleh panitia yang terdiri dari para nelayan dan semua elemen masyarakat yang berkecimpung di sekitar Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Klidang Lor, Batang. Nyadran atau sedekah laut ini berisi persembahan dua Kepala kerbau, satu di tanam di daratan dan satunya lagi untuk dilarung bersama hasil bumi ke tengah laut.

    Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Batang, Teguh Tarmujo menuturkan, masyarakat sekitar percaya dengan dilarungnya kepala kerbau, maka hasil tangkapan mereka akan melimpah. Pada kegiatan itu mereka juga manaruh harapan agar selama berada di laut bisa diberikan keselamatan hingga sampai kembali ke darat.

    “Nyadran atau Sedekah Laut ini merupakan tradisi yang sudah ada pada ratusan tahun yang lalu. Kegiatan ini diadakan setiap tahunnya yang bertujuan untuk mengungkapkan rasa syukur atas rejeki dan keberkahan yang telah diterima dari hasil laut kepada Tuhan Yang Maha Esa. Selain itu, juga agar dijauhkan dari berbagai macam cobaan dan bahaya ketika melakukan aktifitas di laut, sehingga saat kembali pulang melaut juga dalam keadaan selamat," jelas Teguh.

    Teguh berharap agar setelah acara Nyadran para Nelayan tetap diberikan rejeki yang halal dari hasil laut. Selain itu, dirinya juga berharap agar pemerintah bisa memberikan kebijakan yang menunjang terhadap kesejahteraan nelayan, supaya nelayan dapat merasa nyaman dalam menjalankan aktifitasnya dilaut.

    Untuk acara itu sendiri panitia menyiapkan anggaran Rp60 juta yang didapat dari iuran nelayan, dari sumbangan HNSI, serta ada sumbangan dari Himpunan Bakul Ikan, dan juga para pemilik kapal.

    Camat Batang, Drs Supriyono MSi menambahkan, selama ini para nelayan tidak menanam benih ikan di laut, namun selalu diberi hasil tangkapan dengan begitu melimpah. "Sehingga melalui kegiatan ini kita ingin mensyukuri nikmat itu dengan memberi makan ikan disana," tandasnya. (ap6)


    Berita Terbaru :


    Scroll to Top