• Berita Terkini

    Thursday, October 6, 2016

    Karakter Situs di Giriroto Boyolali Berbeda dengan Temuan Sebelumnya

    TRI WIDODO/RADAR BOYOLALI
    Minim Perlindungan, Diusulkan jadi BCB
    BOYOLALI  – Situs candi yang ditemukan di Dusun Gunung Wijil, Desa Giriroto, Kecamatan Ngemplak akhir Maret lalu ternyata bukan temuan biasa. Penggunaan batu bata dalam struktur bangunan menjadi pertanda bahwa candi itu dibangun pada masa yang lebih tua ketimbang candi-candi yang berada di Jawa Timur.

    Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jateng terus melakukan perlindungan terhadap bangunan candi dengan cara menitipkan kepada Pemerintah Desa (Pemdes) Giriroto. BPCB juga akan mengusulkan kepada Tim Ahli Cagar Budaya Nasional agar temuan ini ditetapkan sebagai situs Benda Cagar Budaya (BCB).

    “(Diusulkan jadi BCB, Red) agar candi ini terlindungi, baik secara hukum yang berlaku maupun kelestarian bendanya,” kata Kasi Pelestarian Pengembangan dan Pemanfaatan BPCB Jateng Gutomo kepada wartawan Kamis (6/10).

    Menurutnya, selama ini bangunan candi di Jateng didominasi berbahan batu. Sementara penggunaan batu-bata lebih banyak digunakan untuk candi di Jawa Timur. Maka, reruntuhan candi bercorak Hindu Syiwaisme yang diperkirakan dibangun pada abad 8 atau 9 Masehi  tersebut punya nilai penting untuk melengkapi ragam candi di Jateng.

    Apalagi, candi tersebut diperkirakan dibangun pada zaman yang lebih tua dibanding temuan candi di Jawa Timur. “Pemakain batu bata sebagai bahan candi di Jateng cukup langka. Selain di Giriroto, pemakaian batu bata di Jateng hanya ditemukan di dua situs, yakni di Magelang dan Pati,” jelas Gutomo.

    Untuk menjaga kelestarian situs yang terdiri dari reruntuhan batu bata itu diperlukan perlindungan yang memadai. Sebab, bahan utama dari batu bata akan cepat rusak jika terkena panas sinar matahari dan air hujan. Saat ini BPCB berupaya melindungi dengan memberi atap.

    Seperti diberitakan sebelumnya, pada akhir Maret ditemukan situs berupa arca yoni dan struktur bangunan dari batu bata, di area sawah di Dusun Gunung Wijil, Desa Giriroto, Kecamatan Ngemplak. Setelah diteliti dengan cara digali, ada dua struktur bangunan dengan formasi batu bata. (wid/ria)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top