• Berita Terkini

    Sunday, October 9, 2016

    Diterjang Banjir, Jembatan Gantung Bantuan Swiss Terancam

    ISTIMEWA
    KEBUMEN (kebumenekspres.com)- Selain mengakibatkan rumah-rumah penduduk terancam, longsor juga membuat sejumlah infrastruktur terancam.  Salah satunya, terjadi di jembatan gantung Sari Kumolo yang menghubungkan Kecamatan Buluspesantren-Klirong.

    Tak kuat menahan derasnya air Sungai Luk Ulo yang banjir menyusul hujan deras kemarin, bronjong penahan longsor di bawah jembatan jebol. Jebolnya bronjong dengan panjang tak kurang dari 10 meter dan lebar 4 meter itupun membuat jembatan sepanjang 50 meter dengan lebar 1,8 meter itu terancam putus. Padahal, jembatan gantung bantuan relawan Swiss, Toni Ruttiman itu baru berumur kurang dari setahun.

    Kasie Kedaruratan pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kebumen, Arif Rahmadi mengatakan, kejadian itu terjadi pada Minggu pagi (9/10) atau setelah hujan mengguyur nyaris sepanjang malam sebelumnya. "Pada saat kejadian malah tidak ada hujan," ujarnya Minggu (9/10/2016).


    Baca juga:
    (Jembatan Bantuan Swiss "Sarikumolo" Diresmikan)

    Adapun bronjong yang jebol, katanya, berada di sisi Timur Sungai Luk Ulo atau masuk wilayah Desa Ambalkumolo Kecamatan Buluspesantren. Sementara di sisi seberang, atau di Desa Kedungsari Kecamatan Klirong "selamat". Meski begitu, Arif tidak membantah, hilangnya bronjong pengaman tersebut membuat jembatan gantung terancam. "Sementara ini belum bisa ditangani karena itu merupakan wilayah BBWSSO (Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak), " ujarnya.

    Sebelumnya, akibat diterjang banjir, jembatan Kabuaran Kecamatan Prembun juga putus total. Sementara, jembatan di Kutowinangun juga bernasib sama. Pada sejumlah kesempatan, Pemkab Kebumen melalui Wakil Bupati Yazid Mahfudz mengatakan akan segera menangani kerusakan tersebut.
    Sementara itu, longsor juga terjadi di sejumlah wilayah. Tak jauh dari jembatan gantung,  persisnya di Desa Rantewringin Kecamatan Buluspesanten, bantaran sungai Luk ulo juga longsor di dua titik. Akibatnya dua rumah yang berada tak jauh dari lokasi terancam

    Di lokasi pertama, bantaran sungai dengan panjang 8 meter lebar 4 meter dan tinggi 10 meter longsor dan mengancam rumah Suharyo warga RT 02 RW 03 Desa Rantewringin. Sementara, di lokasi kedua, longsor dengan ukuran pxlxt 6mx5x 5m mengancam rumah Marjoko.

    Masih di Sungai Lukulo, longsor dan tanah bergerak di Rt 03/Rw 07 Kelurahan/Kecamatan Kebumen. Bantaran Sungai lebar 20m dengan ketinggian 15 meter longsor dan mendekati perumahan warga. Tiga rumah (kepala keluarga) terancam akibat peristiwa ini. Masing-masing Imam Raharjo (31), Kamat Puji Yuono umur (74), Turino (50). "Dari ketiga KK itu jumlah jiwanya ada 20 jiwa," imbuh Arif.

    Pada bagian lain, tanah longsor menimpa rumah milik Sarno, warga Rt 02 RW 1, Dukuh Krajan, Desa  Rahayu Kecamatan Karangsambung. Akibat kejadian itu, bagian tembok rumah jebol. Beruntung, penghuni rumah selamat. "Kejadian longsor menimpa rumah juga menimpa rumah warga di RT 03 RW 02 Desa Gunungsari Kecamatan Karanggayam," kata Arif lagi.

    Longsor juga mengakibatkan arus lalu lintas terputus setelah material longsor menimpa badan jalan. Seperti di jalur utama Sadang, tepatnya di area hutan pinus Seboro. Berikutnya, jalan desa di Dukuh Krajan Desa/Kecamatan Karangsambung dan Desa Tirtomoyo, Kecamatan Poncowarno. Akibat tertutup longsor 20 meter dengan ketinggi an 4 meter, jalur itu sempat putus total. "longsor juga terjadi di Desa Totogan. Sempat ada truk yang terjebak longsor. Selain itu, longsor mdi Desa Karangmaja Kecamatan Karanggayam persisnya di RT 05 RW 02 menutup saluran irigasi," kata Arif lagi
     (cah)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top