• Berita Terkini

    Wednesday, October 26, 2016

    Cerita Salimin yang Nyaris Jadi Korban Longsor Buayan

    sudarno ahmad/ekspres
    KEBUMEN (kebumenekspres.com)- Bencana tanah longsor yang menerjang Desa Karangbolong, Kecamatan Buayan, Sabtu (22/10/2016) malam nyaris memakan korban jiwa. Ya, Salimin (26) dan keluarganya warga Dukuh Manggis RT 02 RW 01 desa setempat hampir saja tertimbun material longsoran yang menerjang rumahnya.

    Beruntung dia bersama anak dan istrinya dapat menyelamatkan diri, meski kepalanya mengalami luka cukup serius karena tertimpa tembok rumah yang jebol. Karena rumahnya sudah tidak dapat ditempati, untuk sementara dia pun terpaksa harus menumpang di rumah tetangganya.

    Kepada Kebumen Ekspres, Salimin menceritakan bencana tanah longsor terjadi sekitar pukul 20.00 WIB bersamaan hujan deras yang mengguyur desa setempat sejak siang hari. Saat itu dia sedang menunaikan shalat isya, sedangkan anak dan istrinya sedang tidur di kamarnya. Dia tidak menduga sesaat setelah shalat tiba-tiba ada suara rekahan tanah dan langsung menerjang rumahnya.  "Pas saya selesai sholat, langsung ada suara longsor dan dengan cepat langsung kena rumah saya," kata Salimin, kemarin.

    Tanpa berpikir panjang, dia pun langsung berlari ke kamar untuk menyelamatkan anak dan istrinya. Sesampainya di dalam kamar, Salimin melihat kedua orang yang disayanginya sudah tertimbun material longsoran. "Saya langsung berusaha untuk menyelamatkan dengan sekuat tenaga," ujarnya.

    Usahanya pun membuahkan hasil, anak dan istrinya dapat diselamatkan. Namun, saat akan berlari ke luar rumah kepala Salimin membentur tembok rumahnya yang jebol hingga mengakibatkan luka cukup serius. "Anak dan istri juga luka-luka tapi nggak parah. Semuanya sudah diobati," imbuhnya.

    Pasca musibah itu, Salimin dan keluarganya pun mengungsi ke rumah tetangganya. Ini lantaran rumah yang baru selesai dibangun itu mengalami rusak total dan sudah tidak dapat ditempati lagi. "Saya pasrah dengan kejadian yang menimpa saya ini," ungkapnya.

    Atas musibah ini, Salimin mendapat perhatian langsung dari Bupati Kebumen Mohammad Yahya Fuad. Bupati langsung mendatangi Salimin, dan akan merelokasinya ke tempat yang lebih layak. Salimin mendapatkan bantuan pembangunan rumah baru dari Pemkab Kebumen senilai Rp 20 juta.  "Kami berharap masyarakat ikut berswadaya, karena bantuan dari pemerintah daerah terbatas," kata Bupati Mohammad Yahya Fuad, saat mengunjungi Salimin.

    Kepala Desa Karangbolong, Sobirin, menyebut sedikitnya 17 rumah rusak berat hingga ringan diterjang bencanan tanah longsor pada akhir pekan lalu. Selain itu, hujan deras juga mengikis talud jalan yang menghubungkan Desa Karangbolong-Gombong. Talud sepanjang 15 meter longsor dengan kondisi sangat membahayakan bagi pengguna jalan.

    Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kebumen Slamet Mustolkhah, mengatakan kondisi jalan non status itu sudah dilaporkan kepada Dinas Bina Marga Provinsi Jawa Tengah. "Karena ini kewenangannya ada di provinsi sudah kami laporkan. Akan ditangani secepatnya," kata Slamet Mustolkhah. Untuk sementara, pihaknya akan memasang rambu-rambu untuk mengurangi angka kecelakaan di tempat itu.(ori)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top