• Berita Terkini

    Wednesday, October 12, 2016

    Belasan Siswa di Kudus Keracunan Jajanan

    AGUS SULISTIYANTO/RADAR KUDUS
    KUDUS – Sebanyak 19 siswa kelas IV SD 4 Honggosoco, Kecamatan Jekulo, mengalami keracunan jajanan jamur dan pare crispy kemarin. Semua siswa tersebut langsung dilarikan ke Puskesmas Tanjungrejo untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

    Keracunan itu terjadi sekitar pukul 09.00 usai jam istirahat. Ketika akan mulai pelajaran lagi, sejumlah siswa mengeluhkan sakit kepala, pusing dan muntah-muntah. ”Saya langsung menanyakan apa yang dimakan siswa sebelumnya,” kata Kepala Sekolah SD 4 Honggosoco Tatik Subiati kemarin.

    Ternyata mereka mengkonsumsi jajanan berbahan dasar jamu dan pare ketika jam istirahat. Jajanan tersebut dijual di sekitar sekolah. Penjualnya Supriyati dan Mariati. Keduanya wali murid di sekolahan itu. Mereka mengambil jajanan tersebut dari pembuatnya, Sumiyati, warga RT 3/RW 4 Desa Honggosoco.

    Sebanyak 24 siswa memakan jajanan itu. Namun yang keracunan hanya 19 siswa. Mereka muntah-muntah dan pusing. ”Sisanya tidak keracunan karena makan hanya sedikit,” ucapnya.

    Belasan siswa tersebut langsung dilarikan ke puskesmas. Mereka dibawa menggunakan mobil milik salah satu pernagkat Desa Honggosoco secara bergantian. Sebelum dibawa ke Puskesmas, pihak sekolah melakukan upaya penanganan pertama dengan memberikan air kelapa. Tujuannya, menetralisir racun yang sudah masuk ke lambung. Namun karena masih mual dan pusing, akhirnya dibawa ke puskesmas terdekat.

    Dari 19 siswa yang keracunan, sembilan siswa dinilai tidak terlalu parah dan bisa langsung pulang setelah mendapatkan perawatan. Sementara 10 siswa lainnya masih dirawat sampai sore karena dianggap yang agak parah. Namun setelah mendapatkan perawatan tersebut, sore hari mereka diperbolehkan pulang karena keracunan sudah teratasi.

    Dokter Puskesmas Tanjungrejo dr. Anik Fatmawati mengatakan, sebanyak 19 siswa  yang dirujuk ke puskesmas memang menunjukkan gejala keracunan, yakni muntah dan pusing. Namun penyebabnya apa, pihaknya masih belum bisa memastikan, karena perlu ada pengujian laboratorium terlebih dahulu.

    Untuk sampel jajanan yang siswa makan sudah diambil pihaknya untuk dilakukan uji lab. ”Setelah hasil uji lab keluar, baru bisa dipastikan penyebabnya,” jelasnya. Belasan siswa itu, diberikan beberapa obat untuk menetralisir racun.
    Dari 19 siswa yang keracunan itu, anak kedua penjual jajanan itu juga ikut keracunan. Sebab, mereka ikut makan jamur dan pare crispy tersebut. (lis/lil)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top