• Berita Terkini

    Tuesday, October 4, 2016

    Banjir Alian Mulai Surut, Kini Warga Kesulitan Air Bersih

    SAEFUR/EKSPRES
    KEBUMEN (kebumenekspres.com)- Hingga Selasa (4/10/2016) atau hari kedua peristiwa banjir dan longsor, banjir di Kecamatan Alian sudah surut. Kini, warga khawatir lantaran kesulitan mengakses air bersih. Itu terjadi setelah sumur warga menjadi keruh dan tidak layak konsumsi.

    Selain itu, warga juga rentan terkena penyakit seperti diare, batuk gatal gatal, dan penyakit kulit lainnya. Untuk mencegah timbulnya penyakit, petugas Puskesmas Alian memeriksa rumah-rumah terdampak banjir. Selain itu, Petugas memastikan tak ada warga yang terkena penyakit yang biasa muncul setelah banjir, seperti diare, batuk gatal gatal, dan penyakit kulit lainnya. Di saat bersamaan, petugas menyalurkan bantuan berupa kaporit untuk menanggulangi sumur yang tercemar pasca banjir.

    Petugas dari Puskesmas Alian, Anwar (28), mengatakan kaporit berfungsi untuk kembali menjernihkan air yang keruh dan tak layak konsumsi akibat banjir. "Harapannya, dengan kembali dapat mengkonsumsi air bersih, warga terbebas dari penyakit kulit, diare, batuk serta penyakit lain akibat dari air kotor," ujarnya.

    Kepala desa Seliling  Endo Yuda Raharja (48) ditemui kemarin mengatakan, dampak banjir kemarin masih sangat terasa bagi warga di wilayahnya. Akibat banjir, sebanyak 25 rumah yang berada di RW 4 dan RW 5 wilayah itu, sempat terendam pada Senin lalu. Itu setelah ketinggian air sempat mencapai 1 meter. Memang tidak ada korban dalam peristiwa itu, namun sebagai akibatnya sejumlah sumur warga tercemar. "Dari hasil pendataan yang kami lakukan bersama petugas Puskesmas (Alian), ada 5 sumur di daerah kami yang tercemar," ujarnya.

    Menurut Kades, banjir telah membuat para petani di Desa Seliling dipastikan mengalami gagal panen setelah tanaman kacang hijau mati terendam banjir. "Ada lahan seluas 12 hektare yang rusak dan dipastikan gagal panen," ujar Endo Yuda.

    Baca juga:
    (Ambulan Membawa Pasien Terjebak Banjir di Alian)

    Saiman (55) salah satu warga Desa Seliling mengatakan, banjir juga membuatnya kehilangan hewan ternak. Akibat diterjang banjir, banyak ayamnya yang mati dan hilang. "Air sempat masuk rumah setinggi lutut. Kandang ayam juga ikut keleleb (tenggelam). Nggak tahu ayamnya pada kemana. Kalau yang kecil pada mati. Bangkainya mengapung dikandang," katanya.(saefur/cah)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top