• Berita Terkini

    Sunday, September 18, 2016

    Warga Kebumen Diminta Siaga Bencana

    sudarno ahmad/dok/ekspres
    KEBUMEN (kebumenekspres.com)- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kebumen, berupaya mengantisipasi bencana banjir dan tanah longsor di sejumlah wilayah Kabupaten Kebumen saat musim hujan.

    Antisipasi ini disiapkan karena berdasarkan prakiraan BMKG fenomena La Nina masih mempengaruhi kondisi cuaca saat musim hujan. Sehingga intensitas dan curah hujannya dikhawatirkan lebih tinggi dari kondisi normal.

    Terlebih dalam beberapa hari terakhir hujan mengguyur Kabupaten Kebumen dengan intensitas cukup ekstrim. Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kebumen, Eko Widiyanto mengatakan, musim kemarau tahun ini dipastikan tidak akan terjadi bencana kekeringan seperti tahun sebelumnya.

    Pasalnya, di tengah musim kemarau, curah hujan masih tergolong cukup tinggi mengguyur sejumlah  kawasan di Kebumen sejak beberapa hari terakhir. "Kami tetap waspada dengan tetap  menyiagakan tim kita hingga 24 jam untuk mengantisipasi bencana," kata Eko Widiyanto.

    BPBD juga mengantisipasi adanya longsor susulan di akses jalan utama yang menghubungkan Sadang-Kebumen, di Desa Totogan Kecamatan Karangsambung yang beberapa waktu sempat terputus karena longsor. Saat longsor beberapa waktu lalu mengakibatkan satu motor dan mobil sedan berpenumpang tiga orang terjebak di jalan. Mereka tidak bisa melanjutkan perjalanan, karena di depan dan belakangnya terdapat longsor yang menimbun jalan. Selain Karangsambung, daerah rawan longsor lainnya berada di Karanggayam, dan Sadang.

    Sementara itu, melalui siaran persnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika mengimbau masyarakat di daerah rawan banjir dan longsor mewaspadai peningkatan intensitas dan curah hujan pada musim hujan 2016-2017 yang diprakirakan mulai berlangsung pada Oktober 2016.

    Hal lantaran La Nina diprakirakan masih akan berlangsung hingga bulan Januari 2017. Sehingga tidak menutup kemungkinan terjadi peningkatan curah hujan selama musim hujan. "Curah hujannya diprakirakan di atas normal akibat pengaruh La Nina," kata Kepala Kelompok Teknisi Stasiun Meteorologi BMKG Cilacap Teguh Wardoyo, belum lama ini.

    Oleh karena itu, dia mengimbau masyarakat mewaspadai kemungkinan terjadinya bencana banjir dan longsor dengan adanya peningkatan curah hujan akibat pengaruh La Nina.
    Menurut prakiraan cuaca dari BMKG Kabupaten Kebumen masih akan diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga lebat terutama pada sore dan malam hari. Suhu udara berkisar 26-33 derajat celcius dengan kelembaban 60-90 persen. Adapun kecepatan angin berkisar 5-20 km/jam dengan angin bertiup utara ke tenggara.

    Dirilis dari laman Pusat Vulkanologi Klimatologi dan Geofisika (PVMBG) sebanyak 14 kecamatan pada bulan September 2016 ini rawan terjadi gerakan tanah. Sebanyak enam kecamatan di masuk zona menengah hingga tinggi meliputi Kecamatan Sempor, Rowokele, Pejagoan, Sruweng Utara, Ayah dan Sadang. Sedangkan Kecamatan Alian, Poncowarno, Karanggayam, Buayan, Padureso, Karangsambung, Kebumen Utara, dan Prembun Utara masuk zona menengah.(ori)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top