• Berita Terkini

    Monday, September 19, 2016

    Tangis Haru Iringi Penobatan Bupati Kebumen sebagai Bapak Difabel

    IMAM/EKSPRES
    KEBUMEN (kebumenekspres.com)– Bupati Kebumen HM Yahya Fuad didaulat menjadi Bapak Difabel Kebumen. Penetapan Yahya Fuad sebagai Bapak Difabel dilakukan dalam acara “Curhat Bareng Bupati Kebumen Menuju Difabel Hebat Hidup Bahagia dan Sehar Bersama Difabel,” yang dilaksanakan di SLB Putra Manunggal Gombong, Senin  (19/9/2016).

    Suasana haru biru mewarnai acara kemarin. Ribuan pengunjung pun menitikkan air mata haru ketika Bupati menjawab dengan kata “Insyalloh siap” saat salah satu anak difabel dengan terbata-bata menanyakan, HM Yahya mau menjadi bapak mereka.

    Kesediaan menjadi orang tua bagi anak berkebutuhan khusus, bukan cuma dinyatakan oleh Bupati Kebumen. Sang istri, Hj Lilis Nuryani Yahya Fuad juga menyatakan kesiapannya menjadi ibu bagi para penyandang disabilitas tersebut.

    Sebelum penobatan menjadi Bapak Difabel, Bupati terlebih dahulu memberikan motivasi kepada para penyandang disabilitas. Bupati juga memberi bantuan kepada Yayasan Putra Manunggal berupa pembanyaran kanopi dan thorn air, sebanyak Rp 17.500.000. Selain itu Bupati juga memberi bantuan Rp 5 juta dari dana operasional dan Rp 5 juta dari dana pribadinya. Sehingga total bantuan yang diberikan sebanyak Rp 27,5 juta. “Untuk yang Rp 17,5 juta dianggarkan pada anggaran perubahan, dan cair pada tahun 2017,”  tuturnya yang juga sudah mendapatkan persetujuan dari Ketua DPRD Kebumen H Cipto Waluyo.

    Dalam acara tersebut, para penyandang disabilitas beserta keluarganya mendapatkan Materi Pendidikan Inklusi yang dipaparkan Rektor IANU Kebumen Dr Imam Satibi SAg MPdI dan materi Hidup sehat yang disampaikan oleh dr Inrillia Kristanti dari Puskesmas Klirong 1.

    Adapun materi motivasi keluarga difabel disampaikan oleh Bupati Kebumen. Acara tersebut dipandu langsung oleh Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Kebumen Dian Lestari Subekti Pertiwi yang bertindak sebagai moderator.

    Ketua Yayasan Putra Manunggal, Sri Marwani SSos, mengatakan jumlah semua anak berkebutuhan khusus yang dibina mencapai 148 orang. Meliputi tunanetra, tunawicara, tunagraita, dan tuna daksa. “Dari jumlah tersebut 108 diantraanya merupakan penyandang tunagraita,” paparnya.

    Di SLB ini, kaum difabel tersebut diberi pendidikan dengan komposisi 40 persen teori dan 60 praktek. Hingga kini Yayasan Putra Manunggal masih membutuhkan banyak bantuan baik itu untuk siswa maupun untuk operasional. (mam)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top