• Berita Terkini

    Thursday, September 15, 2016

    Soal PNS Selingkuh, Suratno "Tantang" Bupati

    HNYahyaFuad
    KEBUMEN (kebumenekspres.com)- Ketua Lembaga Kontrol dan Advokasi Masyarakat (ELKAM) Kebumen, Suratno SH MH, berharap agar Bupati Kebumen HM Yahya Fuad tak menolerir para Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang kedapatan berselingkuh. Suratno juga "menantang" Bupati tidak tebang pilih dalam menangani kasus semacam itu.

    Menurut Suratno, terkuaknya kasus perselingkuhan yang melibatkan aparatur negara atau PNS selingkuh, akan menjadi preseden buruk bagi pemerintahan Bupati Kebumen, HM Yahya Fuad dan wakil Bupati, Yazid Mahfudz. Apalagi setelah Peraturan Daerah Susunan Organisasi dan Tata Kepegawaian (SOTK) ditetapkan dan akan diberlakukan pada Januari 2017 mendatang.


    Baca juga:
    ( PGRI: Copot Guru yang Selingkuh )

    Oleh karena itu, Suratno meminta Bupati benar-benar serius menangani kasus perselingkuhan di kalangan aparatur negara dan PNS. Bila penanganannya tak serius, kata Suratno, kepercayaan masyarakat terhadap Pemkab, dalam hal ini Bupati dan wakil Bupati, dipastikan menurun.

    Terlebih jika para pelaku perselingkuhan justru mendapatkan jabatan strategis seperti Kepala Dinas (Kadin), Kepala Bidang (Kabid), Kepala Seksi (Kasi) dan Sekretaris Dinas (Sekdin).

    "Maraknya perselingkuhan yang terjadi di kalangan PNS diakui atau tidak akan berdampak buruk pada kepercayaan masyarakat. Apalagi kalau mereka yang selingkuh itu nantinya mendapat kedudukan dalam susunan SOTK yang baru di era Fuad-Yazid (pasangan HM Yahya Fuad-Yazid Mahfudz). Kalau yang memimpin saja sudah tidak bersih, maka akan kesulitan untuk membina bawahannya," kata Suratno, Kamis (15/9/2016).

    Adanya pasangan PNS terjaring razia saat ngamar di sebuah hotel baru-baru ini, menurut Suratno, hanya sebagian kecil dari maraknya kasus perselingkuhan yang ada di Kota Beriman.  Suratno mengatakan, kasus seperti itu bahkan sudah menjadi rahasia umum. "Perselingkuhan seperti fenomena gunung es, dimana yang muncul di permukaan hanya sebagian kecil," ujarnya. (mam)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top