• Berita Terkini

    Thursday, September 15, 2016

    Relokasi Warga Cijeunjing, Majenang Terkatung-katung

    ILUSTRASI
    CILACAP - Usulan warga Dusun Cijeunjing Desa Cibeunying Kecamatan Majenang untuk pindah ke lokasi aman, sampai saat ini masih jauh dari kenyataan. Padahal, warga setempat sudah sepakat untuk meminta agar tempat tinggal mereka dipindah ke sisi bawah dan berada di perbatasan Dusun Cijeunjing dengan Nagari. Usulan ini diajukan pasca tanah amblas disana pada akhir 2014 lalu.

    "Warga sudah mengajukan usulan untuk relokasi ke pemerintah," ujar Kepala Desa Cibeunying, Rusdi, Kamis (15/9) kemarin.

    Dia menambahkan, beberapa waktu lalu pihaknya kembali mengusulkan calon lahan untuk relokasi. Lahan tersebut milik warga setempat. Dan pemiliknya sudah memberikan lampu hijau untuk dibeli Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cilacap.

    "Calon lahan sudah ada dan pemiliknya sudah setuju," ujarnya kepada Radarmas.

    Lahan yang dipersiapkan tersebut, katanya seluas kurang lebih 1 ha. Rencananya akan dipakai untuk dibangun tempat tinggal bagi 35 rumah yang terkena imbas tanah longsor di Dusun Cijeunjing. Lahan ini diminati warga karena dekat dengan rumah mereka saat ini.

    "Daerah ini juga tergolong aman. Ini kita ketahui dari peta setelah dulu tim Geologi melakukan survey," katanya.

    Dia mengakui, untuk sampai pada tahap pembangunan rumah masih membutuhkan proses lebih lanjut. Jika Pemkab Cilacap setuju, maka akan ada tahap survey untuk menentukan harga. Survey ini dilakukan oleh tim independen dan dipastikan pemerintah desa setempat tidak akan ikut campur. Langkah selanjutnya adalah survey dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi. Badan yang berkantor di Bandung itu akan memastikan lokasi calon relokasi benar-benar aman dari ancaman tanah.

    "Baru setelah itu tanah dibeli pemkab untuk relokasi. Jadi masih panjang," katanya.

    Seperti diketahui, Dusun Cijeunjing mengalami pergerakan tanah hebat pada akhir 2014 dan awal 2015 lalu. Kejadian ini cukup mengagetkan warga karena menimbulkan suara mirip ledakan. Suara ini diperkirakan dari patahnya akar pepohonan dan terjadi pada malam hari. Kejadian serupa juga dilaporkan warga terjadi pada era 80-an lalu.

    Sementara dari hasil survey Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi menyebutkan, gerakan tanah di Dusun Cijeunjing tergolong lamban. Hal ini diperkuat dengan pengakuan warga dimana hampir tiap tahun selalu terjadi patahan. (har)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top