• Berita Terkini

    Monday, September 19, 2016

    Puluhan "Srikandi Bencana" Berlatih Vertical Rescue

    saefur/ekspres
    KEBUMEN (kebumenekspres.com)- Sebanyak 60 relawan perempuan yang disebut Srikandi Tangguh Bencana BPBD Kabupaten Kebumen,  mengikuti pelatihan Vertical Rescue di wahana wisata Jemur Adventure Park Desa Jemur Kebumen, Sabtu (17/9/2016). Para "Srikandi Bencana" itupun mengikuti pelatihan dengan antusias.

    Dalam diklat pertama para peserta pelatihan diuji mentalnya dengan pengenalan vertical rescue. Salah satunya, dengan menuruni tebing setinggi 20 meter di Lokasi Out Bond Jemur Adventur Park. Materi dasar disampaiakan oleh Fasilitator BPBD Kebumen dan Peltu Sudarsin dari Kodim 0708 Kebumen yang menjelaskan cara penggunaan alat vertical rescue mulai dari pemasangan tali jiwa hingga pertolongan dan evakuasi diatas ketinggian.

    Dalam kesempatan tersebut hadir juga Ketua Pelaksana BPBD Kebumen Eko Widianto yang secara langsung memberi contoh praktek kepada para peserta pelatihan.

    Sekretaris BPBD Kebumen Ir Agus Subekti (53) menyampaikan, Relawan perempuan Srikandi tangguh bencana terdiri dari banyak unsur meliputi Organisasi relawan, SAR, dan ormas serta perguruan tinggi di Kebumen. Mereka dibentuk untuk membantu BPBD Kebumen dalam menanggulangi bencana alam di Kota Beriman. " Setelah pelatihan saya berharap para peserta dapat mengaplikasikan ilmu yang telah didapat pada saat terjadi bencana," ujarnya di sela-sela pelatihan.

    Sementara Eko Widiyanto mengatakan, untuk pelatihan semacam itu pihaknya masih bergantung pada pihak luar. Kedepan dia berharap, BPBD Kebumen dapat memiliki alat vertical rescue sendiri sehingga memudahkan para relawan untuk dapat berlatih. "Kedepan nanti BPBD perlu punya alat sendiri seperti ini papan panjat, jadi kalau teman teman relawan nanti bisa berlatih di BPBD," katanya didampingi Staf bidang Kesiapsiagaan BPBD Kebumen, Totok Ari Setya.

    Ketua Panitia Sri Sugiarti S Sos (52) yang juga Kasi Kesiapsiagaan BPBD Kebumen meminta para peserta dapat mengikuti petunjuk dan arahan para instruktur namun tetap dalam suasana gembira. "Saya harap peserta dapat mengikuti pelatihan ini dengan serius tapi juga santai dan gembira," kata perempuan yang akrab disapa Bu Ugi tersebut. (saefur/cah).

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top