• Berita Terkini

    Selasa, 13 September 2016

    Puluhan Penderita Katarak di Purworejo Jalani Operasi Gratis

    Andi/ekspres
    PURWOREJO- Rumah Sakit Umum (RSU) Aisyiyah Kabupaten Purworejo melakukan aksi sosial dengan memberikan layanan operasi katarak gratis kepada warga kurang mampu, kemarin. Selain itu, juga layanan pemeriksaan mata sekaligus pemberian kaca mata gratis kepada pelajar.

    Direktur RSU Aisyiyah Purworejo, dr Timmy Soraya PA, saat dikonfirmasi melalui panitia Bakti Sosial, Heny Natalia AMk, mengatakan, operasi katarak gratis merupakan kegiatan rutin yang diadakan oleh RSU Aisyiyah sebagai salah satu upaya nyata mendukung pemerintah menurunkan angka penderita Katarak.

    "Kegiatan operasi gratis ini dapat membuka akses bagi masyarakat penderita katarak yang tidak mampu secara finansial untuk mendapatkan layanan yang terbaik," ucapnya.

    Dijelaskan, operasi katarak gratis kali ini dirangkai dengan pemeriksaan mata gratis dengan yang diikuti sekitar 146 pelajar dari berbagai kalangan. Dalam pelaksanaannya, RSU Aisyiyah menggandeng Persatuan Dokter Spesialis Mata (Perdami) Jogjakarta.

    Proses operasi katarak dilakukan oleh Prof dr Suhardjo, Ketua Perdami cabang Jogjakarta, beserta sejumlah spesialis mata dan dibantu 15 tim medis dari rumah sakit setempat. "Sejak beberapa tahun terakhir kegiatan ini rutin diadakan. Untuk kali ini ada semnagat bebagi karena bertepatan dengan momentum Idul Adha. Harapan kami ini dapat membantu warga kurang mampu karena jika operasi secara mandiri, biayanya tidak murah," katanya.

    Panitia lainnya, dr Anis Kurahmawati, menjelaskan, kegiatan bakti sosial kali ini juga dirangkai dengan pemeriksaan mata gratis bagi warga kurang mampu, khususnya dari kalangan pelajar. Sebagain dari mereka yang dinyatakan menderita gangguan mata plus atau minus selanjutkan mendapatkan kacamata gratis dari salah satu yayasan sebagai pendukung bakti sosial.

    "Pemeriksaan mata diikuti sekitar 140 pelajar, selain itu juga diikuti warga umum dan karyawan RSU Asisyiyah," katanya.

    Menurutnya, jumlah penderita gangguan mata saat ini semakin tinggi dengan adanya perkembangan teknologi, seperti komputer dan gadget.Anak-anak rentan menjadi korbannya jika tidak bijak dan dalam menggunakan fasilitas tersebut.

    "Kemajuan teknologi itu tidak dapat dicegah. Karena itu kita sendiri yang harus pandai menyikapi. Sebgian besar pelajar menderita mata minus akibat pancaran radiasi dalam waktu lama," jelasnya.
    Diungkapkan, idealnya setiap orang melakukan pemeriksaan paling tidak 6 bulan sekali agar kualitas matanya dapat terpantau. Selain itu, masyarakat harus dapat menjaga pola hidup sehat. "Jika sudah terkena minus maka harus ditagani agar tidak semakin parah. Pemberian kacamata ini akan menambah kualitas hidup para pelajar," ungkapnya. (ndi)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top