• Berita Terkini

    Friday, September 30, 2016

    Polisi Sebut Perampokan Ayah Mirip dengan Kejadian di Nusawungu Cilacap

    KEBUMEN (kebumenekspres.com)- Jajaran Polres Kebumen tengah berusaha keras mengungkap kasus perampokan yang terjadi di minimarket Alfamart Desa Demangsari Kecamatan Ayah pada, Rabu dini hari (28/9/2016). Untuk mempercepat pengungkapan kasus itu, Polres Kebumen menerjunkan tim khusus  terdiri dari Polsek-polsek di bagian barat Kebumen untuk memburu para pelaku.


    Di saat bersamaan, Polres Kebumen berkoordinasi dengan Polres-polres sekitar seperti Cilacap, Banyumas, Purbalingga dan Banjarnegara bahkan meminta bantuan Polda Jawa Tengah.

    Kasatreskrim Polres Kebumen, AKP Willy Budiyanto SH MH mengatakan tak banyak petunjuk yang bisa digunakan untuk membantu pengungkapan kasus tersebut. Pasalnya, para pelaku membawa kabur dekoder CCTV yang berada di lokasi kejadian. Selain itu, pemilihan waktu perampokan yang dilakukan pada dini hari membuat tak banyak saksi yang bisa dimintai keterangan polisi.
    Namun demikian, AKP Willy, menduga aksi curas di Kecamatan Ayah berkaitan dengan aksi serupa di Nusawungu Kabupaten Cilacap belum lama ini. "Modus yang mereka gunakan persis sama. Termasuk sasarannya sama-sama minimarket danpara pelakunya menggunakan penutup wajah (cadar)," ujar AKP Willy, JUmat (30/9/2016).
    Di luar hal itu, polisi juga memantau situasi terakhir di Kecamatan Ayah, termasuk orang-orang yang dicurigai terlibat dalam aksi perampokan tersebut. Sebab tidak tertutup kemungkinan, pelaku dalam melakukan aksinya mendapat "bantuan" dari warga Kebumen khususnya di Kecamatan Ayah.
    Sembari pengungkapan kasus berjalan, Polres Kebumen meningkatkan kewaspadaan dengan meningkatkan patroli rutin di malam hari. "Kami juga menghimbau agar warga masyarakat dapat menjaga keamanan lingkungan masing-masing untuk mencegah kejadian serupa," katanya.

    Seperti diberitakan, kawanan perampok menyatroni minimarket Alfamart yang berlokasi di Desa Demangsari Kecamatan Ayah, Rabu dini hari (28/9) sekitar pukul 01.20 WIB.  Mereka masuk dengan cara menjebol pintu depan mini market lalu menyekap karyawan serta menakut-nakutinya dengan menodongkan parang dan senjata api laras pendek.

    Dalam aksi tak lebih dari satu jam itu, pelaku membawa kabur telepon genggam para karyawan dan menguras dagangan minimarket. Total kerugian pengelola minimarket akibat kejadian itu diperkirakan puluhan juta rupiah.(cah)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top