• Berita Terkini

    Wednesday, September 28, 2016

    Penderita TB-HIV Diprioritaskan Dapat Jamkesda

    IMAM/EKSPRES 
    KEBUMEN (kebumenekspres.com)- Penderita Tuberkulosis (TB)-HIV diprioritaskan mendapatkan Program Jaminan Kesehatan  Daerah (Jamkesda) tahun 2017 mendatang.  Dengan mendapatkan Jamkesda diharapkan akan memperingan penderita TB-HIV. Sehingga sakit yang dirasakan tidak menjadi penyebab kemiskinan.

    Hal ini disampaikan oleh Bupati Kebumen, HM Yahya Fuad pada acara Advokasi Kebijakan dan isu kunci program penanggulangan TB-HIV yang dilaksanakan oleh Sub-Sub Recipient (SRR) TB Aisyiyah Kebumen di ruang Jatijajar Pendapa Bupati Kebumen, Selasa (27/9/2016).

    Hadir pada acara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kebumen Yohanita Rini Kristiani  dan Ketua PDM Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) KH Abduh Hisyam .
    Dalam kesempatan itu bupati menyampaikan, sakit yang berkepanjangan dapat berpengaruh terhadap ekonomi. Sakit memerlukan biaya dan tidak dapat bekerja. Maka dari itu untuk meringankan beban mereka, Jamkesda tahun 2017 diprioritaskan untuk penderita TB-HIV.

    Kepala SSR Aisyiyah Sri Hadi Widi Astuti mengatakan,  TB masih menjadi issu internasional, sebab Indonesia merupakan negara tertinggi penderita TB setelah  India. Pengobatan TB harus dilaksanaan selama 6-9 bulan. Lamanya pengobatan membuat para pasien  drop Out dari pengobatan. Ini sangat berbahaya sebab virus TB akan menjadi kebal da resistensi terhadap obat, yang disebut dengan Multidrug-resistant TB (MDR TB). “Jika sudah demikian maka pengobatan  dilaksanakan selama dua tahun di Surakarta. Di kebumen telah terdapat sembilan kasus MDR,” terangnya.

    Hingga kini, dari sejak tahun 2009 SSR Aisyiyah Kebumen konsen menangani TB. Para kader berjuang keras untuk mendampingi penderita TB. Kader juga menjadi pengawas minum obat bagi pasien. Bahkan Kader pendamping harus melihat pasien secara langsung saat minum obat. “Kini SSR Aisyiyah telah membentuk mitra patnership TB SSR Aisyiyah, dan membuatan teamwork TB-HIV,” paparnya.
    Yohanita Rini Kristiani MKes mengatakan bahwa langkah atau metode yang harus dilakukan untuk menanggulangi TB adalah Temukan Obati Sampai Sembuh (TOSS). TB merupakan penyakit yang dapat disembuhkan.  “Meskipun proses pengobatannya memerlukan waktu lama, namun TB dapat disembuhkan,” ungkapnya.

    Sementara itu Kepala Bidang Penanggulangan Masalah Kesehatan (PMK) Dinas Kesehatan Kabupaten Kebumen, Tri Anggorowati SKM MSi mengemukakan bahaya dari MDR TB. Sebab TB merupakan penyakit yang mudah menular.  Orang yang tertular TB dari penderita MDR juga akan langsung menjadi MDR. “Padahal dalam setahun 1 pengidap TB menular sekitar 10-15 orang,” ucapnya. (mam)


    Berita Terbaru :


    Scroll to Top