• Berita Terkini

    Wednesday, September 21, 2016

    Penderita TB di Kebumen Baru Ditemukan 21,1 Persen

    IMAM/EKSPRES
    KEBUMEN (kebumenekspres.com)- Temuan penderita Tuberkulosis (TB) di Kebumen, baru mencapai 21,1 persen pada triwulan II tahun 2016  ini. Jumlah tersebut dari estimasi kemungkinan penderita TB yang mencapai 130.000 jiwa atau 10 persen dari jumlah penduduk Kebumen.

    Untuk itu Sub-Sub Recipient (SRR) TB Aisyiyah Kebumen masih terus berupaya melakukan pendataan terkait berapa sebenarnya jumlah penderita TB di Kebumen. Hal itu terungkap dalam Workshop Penyusunan Road Map Daerah Program Penanggulangan TB Kebumen, yang dilaksanakan di Rumah Makan Candisari Karangayar, Senin (19-20 September 2016).

    Kepala SSR Aisyiyah Sri Hadi Widi Astuti mengatakan, dalam kegiatan tersebut akan terbentuk peta jalan, terkait penanggulangan TB-HIV di Kabupaten Kebumen. Adapun rencana yang akan dilaksanakan meliputi, penguatan jaringan pada  mitra partnership TB SSR Aisyiyah, pembuatan teamwork TB-HIV dan nantinya bersama-sama melaksanakan advokasi. “Dalam waktu dekat kita akan audiensi dengan bupati terkait hal ini, sebab penanggulangan TB-HIV perlu dukungan dari ekskutif maupun legislatif” terangnya.

    Dukungan pemerintah sangat penting dalam menanggulangi TB-HIV. Dukungan itu dapat dilaksanakan dengan adanya Perda, MOU serta surat edaran dari pemkab. Dalam menanggulangi TB, kader dan pasien menjadi kunci utama. Sebab pasien tanpa didampingi kader pengawas minum obat akan sulit sembuh.

    Pengidap TB harus meminum obat selama enam bulan, itu memerlukan adanya kader yang mengawasi meminum obat. “Kader ini harus melihat pasien secara langsung saat minum obat,” terangnya.

    Pasien yang tidak teratur dalam meminum obat akan sangat berbahaya. Sebab virus TB akan menjadi kebal terhadap obat. Ini disebut dengan Multidrug-resistant TB (MDR TB). Jika sudah demikian maka pengobatan akan dilaksanakan selama dua tahun di Surakarta. Selama itu pasien harus disuntik setiap hari, dan setiap kali meminum obat sebanyak 20 tablet. “Saat ini di Kebumen sudah ditemukan tiga orang dengan kasus Multidrug-resistant TB (MDR TB),” terangnya.

    Sementara itu Kepala Bidang Penanggulangan Masalah Kesehatan (PMK) Dinas Kesehatan Kabupaten Kebumen, Tri Anggorowati mengatakan di tahun 2016 ini, target Case Detection Rate  (CDR) atau penemuan kasus baru TB sebanyak 70 persen. “Namun sampai triwulan II memang baru, mencapai 21,1 persen,” ucapnya. (mam)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top