• Berita Terkini

    Saturday, September 10, 2016

    Penambang Batu Gemeksekti Keluhkan Sepinya Pembeli

    saefur/ekspres
    KEBUMEN (kebumenekspres.com)- Para penambang batu cadas di Desa Gemeksekti, Kecamatan Kebumen mengeluhkan sepinya pembeli. Mereka menduga, hal itu terjadi lantaran makin banyaknya lokasi tambang saat ini.

    Darsono (50) salah satu penambang batu cadas di Gemeksekti mengatakan, permintaan batu di tempatnya menambang kian turun dari waktu ke waktu. Untuk saat ini, dia yang menambang bersama dua rekannya yang lain hanya mampu menjual 2-3 rit truk. Dengan harga per ritnya Rp 140 ribu, pendapatan mereka paling hanya Rp 85 ribu orang perhari.

    Sebab, mereka masih harus membagi uang penjualan batu kepada pemilik lahan. Untuk setiap ritnya, pemilik lahan mendapatkan Rp 10 ribu. Belum lagi untuk ongkos muat. "Harga segitu (Rp 140 ribu) sudah termasuk ongkos muat. Nanti masih dipotong untuk pemilik tanah belum lagi harus dibagi dengan yang (penambang) yang lain. Paling ya hanya dapat Rp 85 ribu perorang," ujarnya saat ditemui di kawasan Perbukitan di Jalan Cincin Kota, Kebumen, Jumat (9/9/2016).

    Menurutnya, saat ini makin sulit mencari uang dari menambang batu. Tidak seperti dulu, kini makin banyak para penambang yang ada di Kebumen. Dengan demikian, makin banyak lagi tebing-tebing batu yang ditambang sehingga permintaan menurun. Batu-batu itu dipergunakan sebagai material bangunan termasuk rumah.
     "Kalau sekarang sepi nggak seperti dulu ramai. Mungkin karena banyaknya lokasi tambang batu cadas di kebumen," keluh Darsono.

    Para penambang batu seperti Darsono bekerja secara berkelompok yang terdiri dari 3-5 orang. Untuk menambang batu, mereka menggunakan peralatan seadanya seperti cangkul, gancu, skop dan lingis. Sudah begitu, mereka bekerja tanpa peralatan keamanan yang memadai. Padahal bukit batu itu tingginya mencapai 20 meter dengan tingkat kemiringan bisa mencapai 90 derajat.

    "Dari dulu ya begini. Gak pernah pakai helm, Mas apalagi carmantel. Mungkin kita sudah terbiasa sih. Alhamdulillah, sudah puluhan tahun nggak pernah terjadi apa apa (kecelakaan kerja,red)," ucap Darsono.(saefur/cah)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top