• Berita Terkini

    Thursday, September 22, 2016

    Kematian Suyani Tinggalkan Duka Mendalam bagi Keluarga

    IMAM/EKSPRES
    Warga Kebumen yang Dibunuh di Bali
    KEBUMEN (kebumenekspres.com)- Suasana duka masih menyelimuti sebuah rumah  di  RT 1 RW 2 Desa/Kecamatan Mirit, Kamis (22/9/2016). Beberapa karangan bunga ucapan bela sungkawa  masih terpajang dan bersandar pada pohon yang berada di halaman rumah tersebut.

    Rumah itu milik Kalimah (65),  orang tua dari Suyani (39) warga Kebumen yang menjadi korban pembunuhan di Bali pada Selasa (20/9) lalu.

    Kalimah mengaku tidak mendapatkan firasat apa-apa terkait musibah yang menimpa anaknya. Perempuan yang sudah menjanda itu pun tak banyak berbicara banyak lantaran kesedihan yang mendalam.

    Suyani tewas setelah dibacok di kediamannya di Jalan Gunung Lebah IV Nomor 43, Banjar Sari Buana, Desa Tegal Harum, Denpasar, Bali, Selasa (20/9) sekitar pukul 13.00 Wita. Pemilik online shop pakaian ini tewas akibat tusukan pisau yang mengenai jantungnya.

    Ironisnya, pelaku penganiayaan berat bernama Tono (34) itu, ternyata adalah warga RT 2 RW 6, Kelurahan Tamanwinangun, Kebumen, Jawa Tengah. Selain Suyani, Tono juga tega menganiaya dua anak korban, Dafa Hudsafah Nurahid (11) dan Saskia (4). Kepada polisi, pelaku yang kini sudah ditetapkan tersangka itu mengaku tindakan kejinya itu lantaran korban menolak memberi pinjaman uang. Tono diketahui memiliki hutang jutaan rupiah kepada Joko Setiarso, suami korban.  Joko yang sendiri merupakan  bendahara Perkumpulan Warga Kebumen di Bali.

    Atas kejadian ini, pihak keluarga mengungkapkan hanya bisa pasrah. Kehilangan kerabat dengan cara yang sadis itu disebut sebagai takdir.

    Baca juga:
    (Tangis Iringi Pemakaman Warga Kebumen yang Dibunuh di Bali)

    Kalimah mengatakan selama ini Suyani hanya sebagai ibu rumah tangga saja. Dia tidak pernah berbuat yang aneh-aneh. Pihaknya mengaku belum dapat memberi keterangan apapun. Apalagi, menantunya, Joko Setiarso (suami Suyani), hingga kini masih di Bali. “Dereng ngertos Mas, kulo nggih mboten ngertos nopo-nopo,” tutur dengan enggan saat Ekspres menemuinya, Kamis (22/9/2016).

    Kedukaan juga terlihat pada salah satu anak Suyani, Ilham (17). Dengan raut muka sedih, dia mengatakan sampai kemarin bapaknya masih belum ke Kebumen. Bahkan, Joko Setiarso tak bisa menghadiri pemakaman istrinya karena harus menunggui Dafa yang harus dilarikan ke RS karena ikut menjadi korban kebrutalan pelaku. “Bapak tak bisa ke Kebumen karena masih menunggu adik,” ujar sulung pasangan Suyani-Joko Setiarso itu.(mam)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top