• Berita Terkini

    Tuesday, September 20, 2016

    Karangbolong Nasibmu Kini; Penuh Sampah Sepi Pengunjung

    KEBUMEN (kebumenekspres.com)- Pantai Karangbolong, Kecamatan Buayan, yang dulu sempat menjadi primadona objek wisata di Kabupaten Kebumen kini seolah tinggal kenangan. Pasalnya, kondisi obyek wisata pantai ini makin hari kian kumuh, sehingga makin sepi ditinggal pengunjung.

    Bekas obyek wisata andalan itu kini dipenuhi sampah di sepanjang bibir pantai. Padahal obyek wisata pantai yang terletak 19 kilometer selatan Kota Gombong itu dikelola oleh Pemkab Kebumen. Bahkan di musim hujan sampah semakin menumpuk, mulai sampah dari kayu, bambu, tapas kelapa dan kotoran dari muara sungai, semua masuk pantai.

    Akibatnya, setiap hari pemandangan di pantai berkarang yang berpanorama indah itu kotor dan terkesan tak terawat. Banyaknya sampah itu dimanfaatkan oleh warga sekitar untuk mengais rejeki. Sejumlah warga hampir setiap hari mengais sampah kayu dan bambu untuk kayu bakar. Sedangkan, sampah rumah tangga dan plastik dikumpul dijadikan barang rongsok untuk dijual.

    Ratim (70) warga Dusun Beteng RT 02 RW 03 Desa Karangbolong mengatakan, setiap hari ia bisa mendapat kayu bakar dari sampah  pantai minimal sepuluh karung. Itu diluar sampah kayu dan bambu. "Ini sampahnya bukan hanya dari Karangbolong saja, tapi banyak juga sampah dari laut yang terbawa air kesini," kata pria tujuh anak ini.

    Ratim menambahkan, bukan karena banyaknya sampah yang membuat Pantai Karangbolong sepi pengunjung. Tapi sejak dibukanya Pantai Suwuk di Desa Tambakmulya, Kecamatan Puring, yang letaknya persis di timur Pantai Karangbolong menjadi obyek wisata baru, berangsur-angsur pantai ini ditinggalkan wisatawan.

    "Sekarang yang ramai di Suwuk, kan disana banyak fasilitasnya. Kalau disini kan nggak ada apa-apanya," ungkapnya, Selasa (21/9/2016)

    Wasitah (41), pedagang makanan di pantai itu menambahkan, sejak terjadi tsunami beberapa tahun lalu, juga turut menyumbang sepi pengunjung. Pasalnya, sejak terjadinya bencana tsunami Pantai Karangbolong belum pernah diperbaiki kembali.

    "Pengunjunge siki pada mlayu ngetan Suwuk kabeh, kene bener-bener sepi. Nggolet pangan nangkene siki dadi angel," katanya saat berjualan, kemarin.

    Ia mengaku saat Pantai Karangbolong masih menjadi idola, dia mampu meraup keuntungan bersih Rp 200 ribu sehari. Sedangkan, saat ini untuk mendapatkan uang Rp 50 ribu dia mengaku sangat sulit.(ori)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top