• Berita Terkini

    Friday, September 23, 2016

    Garut Diterjang Banjir Susulan

    RAKADENI/JAWAPOS
    Pencarian Korban Sempat Dihentikan
    GARUT – Curah hujan tinggi kemarin (23/9) membuat Desa Mekarjaya Kecamatan Cikajang kembali diterjang banjir. Curah hujan yang cukup tinggi dan abrasi sungai membuat material lumpur pun kembali naik.

    Kepala Seksie Kesiapsiagaan pada Badan Penaggulangan Bencana Daerah (BPBD) Garut Tubagus Agus Sofyan mengatakan, jika hujan yang turun di kecamatan Cikajang turun sejak pukul 12.00 siang.

    Curah hujan yang cukup tinggi dan terjadinya pendangkalan atau abrasi pada sungai Cibarengkok membuat 93 rumah terendam di RT 3, 7, 4, 5 dan RW 3, 4, 5, 6, 7 Desa Mekarjaya Kecamatan Cikajang.

    ”Ketinggian air pada banjir tersebut mencapai 150 sentimeter dan berlangsung hingga pukul 15.30. Hingga hingga saat ini ada sebagian rumah yang masih terendam,” ungkap Agus, kepada Jabar Ekspres, kemarin (23/9).

    Dia mengatakan, ada 104 kepala keluarga yang terkena dampak banjir ini. ”Mereka mengungsi ke sejumlah tempat yang lebih aman di sekitar lokasi kejadian,” ujarnya.

    Sementara itu, banjir di Desa Mekarjaya Tubagus bukan kali pertama terjadi. Di musim hujan sebelumya kasus banjir di lokasi yang sama pun sempat merendam sejumlah rumah.

    Banjir yang terjadi di Cikajang tersebut berdampak pada pencarian korban yang dilakukan oleh tim SAR gabungan. Mereka khawatir terjadi banjir bandang susulan.

    Sementara itu, total jumlah korban tewas dalam banjir bandang tersebut saat ini terdata 30 orang. Semantara 22 orang lainnya masih dinyatakan hilang.

    Sementara itu, kawasan Wado, Kabupaten Sumedang di gegerkan oleh penemuan dua sosok mayat perempuan. Sebelumnya, warga juga menemukan dua mayat di Desa Cisurat pada Rabu (21/9) dengan jenis kelamin yang sama.

    Diduga, dua mayat yang ditemukan di Desa Wado, Blok Buah Ngariung itu juga mayat korban banjir Garut yang terbawa arus sungai Cimanuk. Mayat tersebut ditemukan oleh Dodi pukul 12.00 dan mayat lainnya ditemukan oleh Dedi.

    ”Iya benar. Di Buah Ngariung ada penemuan mayat. Ada dua yang diketemukan, yang pertama pukul 12.00 dan mayat kedua yang ditemukan oleh Dedi waga setempat sekitar pukul 14.30 di evakuasi pukul 16.00,” ucap mantri polisi (MP) Wado Hidayat, kemarin.

    Dia menduga, mayat paruh baya itu masih berasal dari bencana banjir bandang garut. Makanya, pihak kepolisian pun langsung berkoordinasi dengan Basarnas di Garut untuk memastikan identitas jenazah tersebut. ”Mayatnya sudah dikirim ke Garut. Dari hasil koordinasi, mayat kemungkinan besar berasal dari Garut,” kata dia.

    Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jabar Alma Lucyati mengatakan, untuk memenuhi kebutuhan obat-obatan, tim gabungan kesehatan provinsi Jabar telah diturunkan untuk menangani para korban. Sekaligus melakukan pendataan untuk jumlah kebutuhan obat-obatan tambahan.

    ”Kita akan membantu berikan disinfektan apalagi kalau habis banjir banyak kotoran,” jelas Alma ketika dihubungi kemarin (23/9).

    Dia mengatakan, pihaknya tengah tengan menginventarisir terhadap alat-alat rumah sakit yang terendam dengan melakukan penataan peralatan medis. Sedangkan untuk obat obatan, sejauh ini masih mencukupi. ”Hanya saja kebutuhan untuk sanitasi masih dirasakan kurang dan akan segera dipenuhi melalui bantuan dari pusat dan provinsi. Kita akan delivery keperluannya  termasuk kebutuhan obat obatan tambahan seperti nutrisi dan lainnya,” paparnya.

    Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jabar Haryadi Wargadibrata mengatakan, saat ini masih terus dilakukan pencarian terhadap korban hilang dengan dilakukan penyisiran di berbagai titik.

    Menurutnya, sisa-sisa banjir bandang masih terlihat di sejumlah daerah yang terkena bencana tersebut termasuk Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr Slamet.

    Selain dari BPBD, lanjut dia, tim gabungan dari TNI dan Polri serta relawan terus melakukan pencarian sekaligus membersihkan sisa lumpur.

    Haryadi menyebutkan, tim evakuasi dan pencarian saat ini diterjukan kurang lebih 1.500 personel gabungan dari berbagai unsur. Sedangkan berdasarkan catatan warga yang belum diketemukan berjumlah 20 orang.

    ”Sesuai standar prosedur kita akan terus melakukan pencarian selama 14 hari. Tapi, bila kondisi memungkinkan kita akan terus melakukan pencarian,” ungkap Haryadi.
    Sementara itu, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, saat ini jumlah korban mati masih tetap sebanyak 27 orang. Sedangkan, korban menghilang saat ini sudah bekurang dari 22 menjadi hanya 18 orang. Hal tersebut dikarenakan tiga orang yang dilaporkan ditemukan selamat.

    ’’Untuk laporan terakhir, korban mengungsi dari enam kecamatan yakni garut kota, bayongbong, karangpawitan, tarogong kidul, tarogong kaler, dan banyuresmi mencapai 6.019 jiwa. Sedangkan bangunan yang rusak berat mencapai 186 unit,’’ terangnya.

    Untuk bencana banjir di Sumedang, Sutopo mengatakan terdapat revisi korban meninggal. Dari hasil pencarian di tempat-tempat terdampak, tim rupanya menemukan tiga korban meninggal. Sementara itu, terdapat dua korban selama yang ditemukan di di Cimareme, Sumedang.

    ’’Jumlah korban terdampak sendiri mencapai 800 jiwa. Pihak pemerintah dan unsur-unsur terkait telah mengevakuasi warga terdampak menuju GOR Tadjimalela yang berlokasi di Jalan Prabu Gajah Agung, Sumedang,’’ ungkapnya. (bil)(igo/yul/yan/rie)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top