• Berita Terkini

    Thursday, September 22, 2016

    Dikunjungi Dewan, Pedagang Mengeluhkan Pasar Gelap, Panas dan Bocor

    KEBUMEN (kebumenekspres.com)– Kondisi pasar tradisional nan gelap, pengap, panas dan atap bocor dikeluhkan oleh para pedagang dan pengunjung. Pasalnya kondisi seperti itu sangat tidak nyaman baik untuk pengunjung maupun pedagang.

    Keluhan terkait kondisi pasar disampaikan oleh sejumlah pengunjung dan pedagang pasar kepada anggota Komisi C DPRD Kebumen, saat inspeksi mendadak (Sidak) di Pasar Ambal dan Pasar Petanahan, Kamis (22/9/2016).

    Sidak yang dipimpin oleh Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Kebumen Halimah Nur Hayati itu diikuti sejumlah anggota Komisi C. Selain Supriyati, terdapat Enny Handayani, Qoriah Dwi Puspa, dan Nur Haryadi. Hadir pula Kasi Pendapatan Pasar Bidang Pengelolaan Pasar pada Dinas Perindustrian Perdagangan dan Pengelolaan Pasar (Disperindagsar) M Muhni.

    "Kami meminta agar kondisi tersebut segera dibenahi, ini demi kenyamanan pengunjung pasar. Pembenahan  meliputi pengadaan kipas angin, lampu penerangan, penambalan atap bocor, serta pengecatan," pinta Roni, panggilan akrab Akhmad Khaeroni.

    Selain terkait dengan kondisi pasar Komisi C DPRD Kebumen juga  menekankan pendapatan retribusi pasar tradisional untuk terus digenjot.  Sebab hingga September ini, pendapatan baru terealisasi  65 persen dari target pendapatan yang mencapai Rp 3.204.317.000 di 35 pasar yang dikelola pemkab. “Sisa 35 persen harus tercapai sampai tutup tahun anggaran,” terangnya didampingi anggota Komisi C Supriyati.

    Untuk meningkatkan retribusi pasar, Komisi C mendorong agar Perda Nomor 17 Tahun 2013 tentang Retribusi Pelayanan Pasar Kelas A di revisi. Sebab Perda tersebut sudah tidak relevan lagi karena besaran tarifnya tidak sesuai dengan kondisi saat ini. Untuk blok D dengan retribusi hanya  Rp 250 per meter persegi per hari, sedangkan blok F dan blok E Rp 200 per meter per hari.

    Baca juga:
    (Komisi B Minta Tak Ada Jual Beli Kios)

    Sementara itu dihubungi terpisah, Kabid Pengelolaan Pasar pada Disperindagsar Kabupaten Kebumen Sigit Basuki mengemukakan, revisi perda tersebut masih dalam penggodokan tim. Selanjutnya akan dilakukan focus group discusion (FGD). Di Kebumen kini terdapat  lima pasar yang masih dibangun yakni Pasar Demangsari, Pasar Rowokele, Pasar Candirenggo, Pasar Kuwarasan, dan Pasar Bocor. “Retribusi untuk pasar itu pun masih terpampang. Saya meminta agar angka Rp 230 juta untuk target di lima pasar tersebut dihilangkan pada APBD Perubahan. Dengan demikian realisasi pendapatannya diharapkan mencapai 100 persen pada akhir tahun ini,” terangnya.

    Mengenai permintaan agar ada penambahan sarana dan prasarana di pasar yang sudah dibangun pemkab, Sigit mengatakan akan mengupayakan pada APBD Perubahan untuk dialokasikan kipas angin dan pengecatan.

    Sigit mengakui pencapaian pendapatan retribusi pasar kini baru 65 persen, yang seharusnya sudah mencapai 70 persen. "Realisasi yang belum mencapai 70 persen itu karena masih terdapat pasar yang sedang dibangun, di mana selama proses pembangunan atau keberadaan pedagang di tempat relokasi tidak ditarik retribusi," ucapnya. (mam)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top