• Berita Terkini

    Monday, September 19, 2016

    Berkali-kali Dirazia, PSK di Kabupaten Karanganyar Tak Ada Kapoknya

    ADI PRASETYAWAN/RADAR KARANGANYAR
    KARANGANYAR – Kawasan Dangkrong, Pasar Nglano, Tasikmadu ternyata belum bersih dari tindak asusila. Buktinya, empat pekerja seks komersial (PSK) terjaring petugas Satpol PP Karanganyar, kemarin(19/9). Padahal di kawasan tersebut sedang dilakukan pembangunan Pasar Nglano

    Petugas yang menggelar operasi siang hari menemukan aktifitas PSK yang menjajakan diri di lokasi itu. Usia rata-rata empat PSK adalah paro baya. Mereka langsung dibawa untuk dilakukan pembinaan.

    Kepala Satpol PP Karanganyar Kurniadi Maulato mengatakan, empat PSK yang ditangkap kedapatan sedang menunggu pelanggan. Mereka tak mempedulikan pembangunan pasar yang sedang berlangsung. ”Empat PSK ini beraktifitas di lokasi lama Dangkrong,” kata Kurniadi, kemarin.

    Mereka selanjutnya dibawa ke markas Satpol PP untuk dilakukan pembinaan dan menjalani persidangan. Ditegaskan, operasi pemberantasan penyakit masyarakat (pekat) juga berhasil menjaring dua PSK di dekat Pasar Matesih. Padahal pasar tersebut juga sedang dibangun.

    ”Mereka seolah tak pernah jera. Ada beberapa orang yang kami kenali dan pernah terjaring,” jelasnya.

    Atas dasar itu, ke enam pelaku tersebut juga diberi peringatan agar tak mengulangi perbuatannya. Jika masih nekat, pihaknya akan melakukan tindakan tegas. Bisa jadi dikirim ke balai sosial. ”Operasi terus kita gelar agar pekat semakin berkurang,” terangnya.

    Sekedar informasi, lokalisasi yang lebih dikenal Dangkrong Indah (DKI) itu sudah ditutup sejak beberapa tahun lalu. Namun sejumlah PSK masih bertahan dan menjajakan diri di lokasi itu. Bahkan, beberapa PSK juga ditemukan terjangkit HIV setelah Dinas Kesehatan (Dinkes) Karanganyar memeriksa kesehatan penghuni Dangkrong.
    Pihaknya juga menjaring sembilan pelajar SMK yang membolos sekolah. Mereka dijaring di sejumlah titik di Nglano, Tasikmadu yang tak jauh dari lokasi penangkapan empat PSK. Mereka rata-rata pelajar SMK swasta di Karanganyar. Sembilan siswa ini mendapat pembinaan dan diminta membuat surat. (adi/edy)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top