• Berita Terkini

    Thursday, September 8, 2016

    5 Tahun Kedepan, Kebumen Terancam Kehabisan Petani

    sudarno ahmad/ekspres
    KEBUMEN (kebumenekspres.com)- Hingga saat ini regenerasi petani di Kabupaten Kebumen, dinilai sangat minim. Hal ini dikarenakan banyak anak petani yang tidak berminat menjadi petani.

    Pelambanan laju regenerasi petani menjadi persoalan penting bagi sektor pertanian dan mengancam kedaulatan pangan. Kebumen pun menghadapi ancaman kehilangan petani akibat kurangnya minat generasi muda untuk mengembangkan sektor pertanian.

    Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Distannak) Kabupaten Kebumen, Pudji Rahayu, mengatakan saat ini petani di Kabupaten Kebumen didominasi oleh petani dengan usia lanjut. "Ini persoalan, karena banyak yang muda-muda tidak tertarik menjadi petani," kata Pudji Rahayu, usai acara koordinasi dan evaluasi penyaluran pupuk bersubsidi di Ruang Jatijajar Komplek Pendopo Bupati, Kamis (8/9/2016).

    Dia menyebutkan, regenerasi petani masih sangat minim. Maka, perlu mengoptimalkan peran semua pihak agar generasi-generasi muda petani dapat tumbuh. Regenerasi petani dinilai penting. Jika lima tahun ke depan tidak ada upaya, Kabupaten Kebumen akan kehilangan petani.

    Persoalan ini tidak bisa main-main. Tidak hanya diatasi dengan kebijakan teknis. Pemberian alat pertanian memang baik tapi bukan untuk regenerasi karena yang memakai mereka yang berusia tua dan hanya untuk peningkatan produksi.

    Tak hanya di Kebumen, fenomena penuaan ini di Indonesia cukup mengkhawatirkan. Berdasarkan sensus pertanian 2013 diketahui 61,48 persen petani berusia di atas 45 tahun dan hanya 12,2 persen yang berusia di bawah 35 tahun. Khusus petani tanaman pangan sebanyak 45,57 persen berusia di atas 50 tahun.

    Sementara itu, pada acara koordinas dan evaluasi penyaluran pupuk bersubsidi di Kabupaten Kebumen diketahui alokasi pupuk bersubsidi tahun 2016. Untuk pupuk urea mencapai 26.500 ton, SP-36 setelah pengajuan tambahan menjadi 6.300 ton. Selanjutnya, ZA mencapai 5.150 ton, NPK 12.600 ton dan pupuk organik sebesar 7.505 ton.

    Adapun harga eceran tertinggi untuk urea sebesar Rp 1.800 per kilogram, SP-36 Rp 2.000 per kilogram, ZA Rp 1.400 per kilogram dan NPK Rp 2.300 per kilogramnya.(ori)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top