• Berita Terkini

    Monday, September 12, 2016

    5 Kambing untuk 140 Narapidana, Lapas Kekurangan Hewan Qurban

    IMAM/EKSPRES
    KEBUMEN (kebumenekspres.com)- Kegembiraan Hari Raya Idul Adha juga dirasakan oleh mereka yang kini mendekam di jeruji besi rumah tahanan (Rutan) Kebumen. Pasalnya pada Hari Raya Qurban ini, lapas Kebumen menyembelih lima ekor kambing.

    Masing-masing hewan qurban tersebut merupakan sumbangan dari H Azam Fatoni SH MSi yang tidak lain adalah Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Pengelolaan Pasar (Disperindagsar) Kabupaten Kebumen, Kasubsi Pelayanan Tahanan Rutan Kebumen R Bambang Banuarili AW AMPd IP SH, dr Usodo, Nasokhah dan Giyatmo.

    Sebelum dilakukan penyembelihan hewan qurban, semua penghuni lapas yang berjumlah 140 orang itu terlebih dahulu melaksanakan Sholat Ied bersama di lapangan Rutan dengan imam dari Penyuluh Islam dari Kemenag Kebumen Solihin SPdI, Senin (12/9/2016).

    Kepala Rutan Kebumen Soetopo B Amd IP SSos MSi mengatakan, saat ini jumlah penghuni Rutan Kebumen sebanyak 140 orang. Dari jumlah tersebut enam orang diantaranya wanita. Dengan banyaknya penghuni Rutan tersebut, diharapkan tahun depan bantuan hewan qurban akan semakin banyak.

    “Kita berharap Pemkab Kebumen juga turut memberi bantuan hewan qurban untuk Rutan,” terangnya didampingi Kasubsi Pelayanan Tahanan Rutan Kebumen R Bambang Banuarili AW AMPd IP SH.

    Menurutnya, pada Idul Adha ini Pemkab Kebumen belum memberikan bantuan hewan qurban untuk Rutan. Padahal penghuni Rutan itu sendiri mayoritas adalah orang Kebumen. Dengan adanya bantuan hewan kurban untuk Rutan akan semakin menunjukan kepedulian dan perhatian Pemda akan nasib para tahanan maupun nara pidana.

    “Hari ini disembelih dua ekor kambing dulu, sedangkan sisanya akan disembelih esok harinya Selasa (13/9) ini, red),” ungkapnya yang memimpin Rutan Kebumen sejak 1 Mei silam.

    Soetopo menambahkan, ke depan akan ada program siraman rohani dan binaan mental khusus untuk para residivis. Diharapkan dengan adanya binaan mental tersebut para residivis tidak akan mengulangi perbuatannya. “Kalau siraman rohani sudah rutin dilaksanakan dua kali seminggu. Kini akan ditambah binaan mental untuk para residivis,” ucapnya. (mam)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top