• Berita Terkini

    Saturday, August 6, 2016

    Terapkan Keterbukaan Dalam Memimpin Desa

    Pratikno Udi Wardoyo SH/fotoIMAM/EKSPRES
    TAMBAKAGUNG merupakan salah satu desa di Kecamatan Klirong. Mayoritas masyarakat Desa Tambakagung berprofesi sebagai petani. Desa dengan 16 RT itupun lebih didominasi oleh tanah sawah dari pada tanah kering.

    Jumlah sawah yang ada di Desa Tambakagung mencapai 125 hektar, adapun jumlah tanah kering hanya 54,6 hektar. Dengan luas sekitar 179,8 hektar, desa ini dihuni oleh sekitar 2300 jiwa penduduk.

    Peningkatan fasilitsas Infrastruktur dan penghasilan padi para petani di desa ini meningkat drastis sejak dipimpin oleh Kepala Desa Pratikno Udi Wardoyo SH.
    Pada awal menjabat yakni Agustus 2007 silam, Pratikno benar-benar konsen untuk meningkatkan penghasilan para petani. Hal ini dilakukan dengan meratakan tanah sawah yang lebih tinggi dari dari sawah lain. Tujuannya agar sawah tersebut mendapat air irigasi dan bisa ditanami. “Setelah sawahnya rata, tanah tidak boleh digali lagi,” tuturnya, Jumat (5/8).

    Pada periode pertama menjabat sebagai kepala desa, Pratikno berusaha keras untuk membangun saluran irigasi dan membuat lumbung padi di setiap RT. Alhasil di masa jabatannya yang pertama semua sawah di Desa Tambakagung bisa mendapatkan air irigasi. Dan lumbung padi pun terbentuk di setiap RT. “Dulu pada awalnya setiap lumbung padi dimodali dengan dana ADD,” paparnya.

    Atas keberhasilannya Pratikno pun kembali dipercaya untuk memimpin Desa Tambakagung dengan terpilih kembali menjadi kepala desa pada tahun 2013. Berbeda dari yang pertama, pada periode kedua masa kepemimpinannya Pratikno lebih banyak membangun infrastruktur jalan dan peningkatan mutu SDM perangkat. “Setiap tahun dianggarkan dana untuk pelatihan komputer perangkat desa,” tegasnya yang juga merupakan ketua paguyuban Abdi Praja.

    Di bawah kepemimpinannya yang kedua ini, Desa Tambakagung berhasil mendapatkan juara Tingkat Provinsi Jawa Tengah yakni juara Administrasi Desa dan Perpustakaan Desa. Untuk urusan pendidikan keagamaan dibuatnya TPQ-TPQ di masjid dan mushola yang ada di desa tersebut.

    Kini semua jalan utama di Desa Tambakagung sudah diaspal, dan jalan di gang-gang sudah dipaving. Menurutnya kunci keberhasilan kepala desa adalah terbuka terlebih masalah keuangan. Dengan adanya keterbukaan maka akan tercipta kekompakan. “Jika sudah kompak, mau melakukan apapun pasti bisa dan mudah. Karena dilakukan bersama-sama,” ucap kepala desa yang juga hoby memelihara burung murai batu. (mam)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top