• Berita Terkini

    Tuesday, August 2, 2016

    Taufik Serap Aspirasi di Rumah Warga

    IMAM/EKSPRES
    KEBUMEN (kebumenekspres.com)- Anggota Komisi IV DPR RI Taufik R Abdullah menyambangi sejumlah tempat di kabupaten berslogan Beriman ini, Selasa (2/8). Kunjungan tersebut membawa kesan mendalam mengingat cara yang dilakukannya mengundang simpati dengan menyerap aspirasi di rumah warga.

    Tidak seperti biasanya penyerapan aspirasi yang terkesan formal, kali ini acara saat sangat santai, tanpa ada kesan formal seperti layaknya acara pejabat. Serap aspirasi yang dilaksanakan justru seperti acara kenduri atau acara adat lainnya.

    Muhammad Amin (48), warga RT 1 RW 1 Desa Mengkowo Kecamatan Kebumen mengaku terkesan dengan kehadiran Taufik. Ikut mendampingi Anggota DPRD Kabupaten Kebumen Chumndari dan Ketua DPC PKB Kabupaten Kebumen Zaeni Miftah. Apalagi sebelumnya, Muhammad Amin yang ketua kelompok tani ternak Mugi Mulyo Desa Mengkowo itu mendapatkan bantuan unit pengelola pupuk organik lewat dana aspirasi yang dikawal oleh anggota DPR RI dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tersebut.  "Jadi, kedatangan saya kali ini, selain menyerap aspirasi juga dalam rangka melakukan pengawasan," kata Taufik di sela-sela acara.

    Menurut Taufik, dalam menyerap aspirasi itu yang terpenting bagaimana bisa menangkapnya. Dan apa yang ada di pikiran oleh konstituennya itu dapat disampaikan secara langsung. Sehingga, apapun yang menghambat penyampaian unek-unek tersebut, seperti halnya sekat-sekat formal, seharusnya dapat dihindari.

    Selain di rumah Amin Desa Mengkowo yang pertemuannya dilakukan lesehan, Taufik juga mengunjungi anggota kelompok tani di Desa Tambakharjo Kecamatan Adimulyo, Desa Karangpule Kecamatan Sruweng, Desa Peniron Kecamatan Pejagoan, dan Desa Karangrejo Kecamatan Karanggayam. Aspirasi yang muncul dalam pertemuan tersebut antara lain kelangkaan urea, kerusakan jalan desa, dan tindaklanjut dari pembentukan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

    Taufik mengungkapkan kebijakan pemerintah terkait alokasi pupuk yang acapkali berbeda dengan rencana definitif kebutuhan kelompok (RDKK). "Dan yang sering terjadi, justru alokasinya di bawah RDKK," imbuhnya.

    Pihaknya pun mengusulkan agar pengurangan subsidi pupuk dilakukan per kilogram, bukan secara total. Mengingat, kecenderungan petani tidak mempermasalahkan harganya sepanjang kebutuhan pupuk tercukupi. Dan Taufik pun mengapresiasi usulan agar BUMDes dijadikan agen pupuk. (mam)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top