• Berita Terkini

    Monday, August 1, 2016

    Sepeda Motor Tua Ada yang Senilai Rp 1,1 Miliar

    ARIEF BUDIMAN/RASO
    SOLO BARU – Sepeda motor dengan teknologi teranyar boleh membanjiri pasaran. Tapi belum menggeser keperkasaan yang “tua-tua”. Butuh bukti? Ada roda dua produksi 1922 tetap kinclong dan bisa dipakai seperti biasanya.
    Sepeda motor zaman leluhur itu dipamerkan di Hartono Mall Solo Baru kemarin (1/8) hingga Jumat (5/8). Menggandeng klub motor klasik Solo Iron Buffalo, deretan 14 motor klasik produksi 1920-1966 siap menjawab rasa penasaran pengunjung.
    Belasan motor kuno tersebut antara lain model Harley Davidson, BSA, Vespa, BMW, Victoria, dan masih banyak yang lainnya.

    Ketua panitia kegiatan Agustinus Candra menuturkan, pameran motor klasik tak kalah bergengsi dengan pameran otomotif termodern. “Kebanyakan orang pasti tidak menyangka klub motor klasik kami memiliki koleksi motor tahun 1922. Kondisinya masih cukup bagus. Masih bisa berjalan seperti mesin pada umumnya,” ujarnya.

    Bukan hanya dielus-elus dan untuk kelangenan, guna membuktikan ketangguhan motor klasik, ada salah seorang anggota klub tur ribuan kilometer menggunakan koleksi motor jadulnya.

    Sosok tersebut adalah Teddy Aw Sanjaya. Pemenang  Wrangler True Wanderer 2.0 Indonesia yang melahap rute sejauh 3.000 kilometer menuju Pulau Kalimantan. Teddy diberi waktu khusus pada talk show yang digelar hari ini untuk membeberkan pengalamannya tersebut.

    Panitia berharap kecintaan masyarakat terhadap motor klasik kian meningkat dan dapat mendongkrak harga jual di pasaran.

    Ditambahkan Agustinus, salah seorang anggota Iron Buffalo ada yang memiliki motor klasik dengan model Harley Davidson produksi 1947 senilai Rp 1,1 miliar. “Dengan kami memperkenalkan diri ke masyarakat, semoga jumlah anggota klub motor klasik bertambah. Sekaligus membuka wawasan bahwa motor klasik bukan untuk ditelantarkan di dalam gudang menjadi barang rongsokan,” tegas dia.

    Keuntungan lainnya yang tak bisa terbeli dari motor klasik, imbuh Agustinus, adalah kisah ketika menunggangi kuda besi ini. (gis/wa)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top