• Berita Terkini

    Tuesday, August 2, 2016

    Ribuan Santri Susun Manuskrip Al quran

    KUDUS- lebih dari  seribu  santri madrasah Qudsiyah melakkanpenyusunan manuskrip kitab suci al Quran di Lapangan Qdsiyyah emarn. Tiap santri diajataah menulis setengah hingga satu halaman al Quran.

    Seperti peserta penyusunan manuskrip Al quran lainnya Fazad  A’la Najih mengenakan baju putih, sarung batik, kepalanya juga ditutup iket batik. Dihadapannya sudah tersedia alat tulis dan satu halaman yang dicetak khusus dengan logo satu abad Qudsiyyah.

    Jemarinya dengan telaten menuliskan ayat demi ayat Surat Arrokdu halaman 250 juz ke 13 dengan sebuah pen tinta hitam. Ia mengaku harus hati-hati menuliskan huruf dan harakat ayat Al Quran agar jangan sampai salah.

    “Kebadian menulis satu halaman. Tapi nanti yang setengah akan dilanjutkan teman saya,” katanya sambil menunjuk temannya yang duduk di sebelahnya. Untuk menulisnya, ia harus dibantu dengan potongan halaman dari surat tersebut.

    Begitupun dengan Azka Softil Widad yang duduk agak jauh dari panggung juga kebagian menulis halaman Al Quran. Azka menulis halaman 257 surat Ibrahim. “Seneng bisa menulis salah satu halaman. Nanti akan dikumpulkan menjadi satu dan menjadi kenang-kenangan satu abad,”  tuturnya.

    Sedangkan ketua panitia satu abad Pendidikan Qudsiyyah Ihsan menerangkan kegiatan ini selain diikuti oleh ribuan santri tingkat Madrasah Aliyah dan Tsanawiyah juga diikuti oleh guru-guru ahli khot atau kaligrafi dan al hafidz (penghafal AL Quran) yang duduk di panggung besar.

    Mereka diantaranya, Haji Syukron juara kaligrafi se Asia, KH Haidar Al Hafidz, KH Ahmad AL Faruq penulis kaligrafi Masjid Baiturrahman Simpang Lima Semarang, K Abdul Aziz Syuri dan lainnya. Mereka, katanya, merupakan alumnus Qudsiyyah yang memiliki keahlian kaligrafi dan ada diantaranya penghafal Quran.
    Hasil dari penulisan halaman Al Quran itu akan dikumpulkan dan dijadikan manuskrip (tulisan tangan) Al Quran. Kemudian, lanjut dia, akan disimpan ke dalam sanggar kaligrafi yang berlokasi di Madrasah Ibtidaiyah Qudsiyyah.

    “Manuskrip ini akan menjadi kenangan yang monumental dari penyelenggaraan peringatan satu abad berdirinya Pendidikan Qudsiyyah. Dengan penulisan manuskrip Al Quran ini diharapkan dapat membawa keberkahan bagi Qudsiyyah dan tentunya masyarakat,” kata Ihsan kepada Jawa Pos Radar Kudus saat ditemui di lokasi acara kemarin.

    Sebelum acara ini berakhir, juga dilakukan pendeklarasian santri mandiri oleh KH Najib Hasan didampingi Sekretaris Rabithah Ma’ahid Islamiyyah (RMI) PBNU KH Miftah Faqih. Dalam deklarasi itu dinyatakan santri untuk mandiri tak hanya secara iedologi saja, tapi juga di berbagai bidang seperti ekonomi.

    Di momen yang juga dilakukan penyelenggaraan Mubarok Kids. Acara ini diisi dengan kegiatan rebana yang diikuti anak-anak. selain itu tadi malam juga dilakukan lanching album ke sebelas. Sehingga lagu yang diciptakan sudah genap 100 sama dengan usia Qudsiyyah saat ini. (him)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top