• Berita Terkini

    Sunday, August 21, 2016

    Obwis Watu Bale Jadi Ajang Pacaran

    saefur/ekspres

    KEBUMEN (kebumenekspres.com)- Bak perawan cantik, Obyek wisata Pantai Watu Bale Desa Pasir Kecamatan Ayah kini mulai diakui pesonanya oleh warga masyarakat. Tingkat kunjungan pun terus meningkat dalam beberapa waktu terakhir.

    Sayangnya, keindahan tersebut sering kali "tercoreng" lantaran ulah pengunjung yang menjadikan watu bale sebagai "lokasi" asyik masyuk pacaran. Tak jarang, ulah tak terpuji mereka tunjukkan dengan vulgarnya di depan umum seperti berpelukan atau bahkan berciuman.

    Aksi memadu kasih pengunjung yang kelewatan itu sering dijumpai di sejumlah sudut Watu Bale. Yang jadi favorit, wahana gasebo gardu pandang yang berada berada di puncak batu karang yang disebut Watu Bale.

    Tamara Sela (18), salah satu pengelola wisata Watu Bale tak membantah adanya perilaku pengunjung yang berwisata sembari berpacaran. Bahkan, hal itu sudah menjadi pemandangan umum. Namun demikian, sejauh ini belum ada yang diketahui sampai berbuat kelewat batas.

    "Kalau orang bemesraan lagi pacaran  itu sering terjadi, Mas... Karena saking gak tahu malunya kali yaa. Tapi kalau misal sampai berbuat mesum memang belum pernah. Soalnya dari pihak kita sebagai panitia (pengelola) terus melakukan pemantauan bagi para pengunjung. Kita bahkan melakukan penjagaan secara khusus agar tidak terjadi perbuatan yang memalukan," katanya, Minggu (21/8/2016).

    April (21) salah satu pengunjung mendukung upaya yang dilakukan pengelola Obyek wisata Watu Bale. Menurutnya, keindahan alam Watu Bale harus dijaga. Tak hanya keindahan alamnya, sekaligus nilai etika dan norma serta kebudayaan tetap harus ditegakkan. "Sehingga nama dan keindahanya bisa seimbang dan Watu Bale bisa menjadi destinasi (tujuan) wisata yang menjunjung tinggi nilai etika dan norma serta kebudayaan," kata mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) tersebut.


    Dia juga berharap, para pengunjung terutama di kalangan muda-mudi, dapat menjunjung tinggi etika, norma dan moral serta budaya. "Sebaiknya dijaga bener bener, ya. Gak hanya indah alamnya saja tapi juga indah nilai moralnya juga dong, " katanya. (saefur/cah)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top