• Berita Terkini

    Wednesday, August 24, 2016

    KH Maskur Rozak Sakit, Muncul Usulan Reorganisasi PCNU

    KH Muqorrobin Al- Mukhtar
    KEBUMEN (kebumenekspres.com)- Wacana reorganisasi kepengurusan Pengurus Cabang Nahdhotul Ulama (PCNU) Kebumen, kembali menghangat. Wacana reorganisasi bukan hanya untuk Tanfidziyah saja melainkan juga kepengurusan Syuriah.

    Kepengurusan Syuriah NU dinilai sudah sangat lama dan perlu adanya penyegaran. Sementara untuk Ketua Tanfidziyah NU yakni Drs KH Maskur Rozak, sudah dua bulan ini dalam kondisi sakit. Hal itu membuat kinerja organisasi terganggu.


    Ketua Majlis Wakil Cabang (MWC NU) Petanahan KH Muqorrobin Al- Mukhtar kepada Eskpres mengatakan, wilayah Kebumen secara garis besar terbagi menjadi dua bagian yakni Wetan Kali dan Kulon Kali (Timur dan Barat Sungai Luk Ulo_red).

    Beberapa minggu ini, di Wetan Kali wacana tentang reformasi organisasi NU mulai gencar. “Saya sudah beberapa kali mendengar hal itu. Bahkan katanya reorganisasi dilakukan bukan untuk Tanfidziyah saja melainkan juga Syuriah. Ini mengingat sudah beberapa priode ketua Syuriah dipegang oleh orang yang sama,” tuturnya, Rabu (24/8/2016) di rumahnya.


    Dalam pandangannya, sosok Drs KH Maskur Rozak merupakan figur pemimpin yang sangat baik. Organisasi NU maju pesat setelah dipimpin oleh Maskur Rozak. Dalam kepemimpinan Maskur Rozak dapat membuat gebrakan-gebrakan yang positif. NU dapat sejalan dengan Lembaga Pendidikan (LP) Maarif, sejak NU dipimpin oleh Maskur Rozak. Sosok Maskur Rozak yang sangat enerjik dalam memimpin organisasi, juga telah membuat para pengurus NU yang berada di bawahnya menjadi semangat. “Bahkan Maskur Rozak telah membuat prestasi yang monumental yakni berhasil menyatukan organisasi NU dan Muhammadiyah. Ini baru pertama di Kebumen bahkan mungkin di Indonesia,” tuturnya.

    Namun kondisi pemimpin NU yang sedang sakit lanjutnya, membuat kinerjanya tidak optimal. Beberapa rapat yang dilaksanakan di PCNU pun terasa hambar.  Padahal saat ini NU sedang membutuhkan sosok pemimpin. Maka dari itu NU harus segera berbenah, jika tidak reorganisasi minimal ada penunjukan Pejabat Sementara (PJ).

    PJ ini akan memegang dan menjalankan tugas pimpinan selama dibutuhkan. “Kalau di Wetan Kali wacana itu sangat gencar, namun menurut saya biarlah kepengurusan ini menyelesaikan masa jabatannya. Adapun tugas dan wewenang ketua dilaksanakan oleh PJ. Ini semua harus dengan pertimbangan dewan Mustasyar NU,” terangnya.

    KH Mustangin tokoh NU lainnya, membenarkan adanya wacana reorganisasi NU yang semakin gencar. Menurut Pengasuh Ponpes Al Azhar Desa Kalijaya Kecamatan Alian ini, wacana tersebut bukan hanya gencar di Wetan Kali saja, melainkan juga di wacanakan di Kulon Kali. “Saya juga mendengar hal itu, tapi reorganisasi bukanlah solusi utama untuk membenahi NU,” tegasnya.
    Menurutnya, untuk membenahi NU seharusnya kembali ke Khitah. Yakni NU tidak lagi berkecimpung dalam politik praktis. Saat ini NU sudah masuk terlalu jauh ke dalam politik. Khitah merupakan pakem NU. Beberapa kali pun NU melakukan reorganisasi, jika tidak kembali ke Khittah, itu sama saja tidak melakukan pembenahan. “Jika sesuatu sudah tidak lagi sejalan dengan pakemnya, maka yang timbul hanyalah timbul kerusakan,” paparnya.
    Sementara itu, saat dihubungi terpisah, Katib Syurian NU Salim Wadzy MPdI mengatakan belum mendengar adanya wacana reorganisasi. Menurutnya selama ini semuanya berjalan dengan baik. “Saya kemari baru saja mengunjungi MWC-MWC, namun tidak mendengar adanya wacana reorganisasi,” ucapnya. (mam)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top