• Berita Terkini

    Thursday, August 18, 2016

    Gelar unjuk Rasa, Mahasiswa IANU "Segel" Gerbang Kampus

    KEBUMEN (kebumenekspres.com)- Puluhan mahasiswa Institut Agama Islam Nahdlatul Ulama (IAINU) Kebumen, yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa (GEMA) 2013, melakukan aksi di depan kampus mereka, Kamis (18/8/2016). Kali ini, mahasiswa menuntut pembenahan manajemen kampus yang selama ini dinilai buruk.

    Untuk menyuarakan aspirasinya, peserta aksi unjuk rasa membakar ban di depan kampus. Mahasiswa juga melakukan "menyegel" gerbang kampus.

    Amin Syaefudin salah satu mahasiswa dalam orasinya menyampaikan, baik dan tidaknya sebuah lembaga tergantung dari manajemen yang dijalankan. Kesalahan demi kesalahan yang terjadi di IANU setiap tahunnya tidak pernah dievaluasi. Pada kasus di IAINU, katanya, kesalahan-kesalahan yang terjadi terkesan dibiarkan begitu saja. “Kami menginginkan adanya kebijakan dan aturan yang baik, agar kampus tertua di Kabupaten Beriman ini menjadi sentral pendidikan Islam,” tuturnya.

    Amir lantas mencontohkan praktek Micro Teaching, yang disebutnya sebagai salah satu bukti tidak jelasnya manajemen kampus.  Dalam program kampus ini, mahasiswa yang sudah membayar untuk  praktek ternyata tidak mendapatkan fasilitas apa-apa, baik pedoman micro, modul, silabus, absensi, lembar penilaian.

    "Mahasiswa juga harus foto copy sendiri-sendiri, padahal mahasiswa telah membayar uang Rp 200 ribu di luar biaya SPP.Ini menjadi bukti kurang baiknya manajemen yang ada. Kami pun melakukan evaluasi mahasiswa angkatan kemarin saat praktek  PPL dan KKN,” terangnya.

    Tak cuma itu. Penarikan dan penyerahan mahasiswa saat mau PPL dan KKN lanjutnya, mahasiswa juga harus iuran kembali, banyaknya program kerja (Proker) yang harus dilakukan, waktu PPL dan KKN yang terlalu lama, DPL tidak membimbing maksimal dan serius, wilayah desa tempat praktek yang luas namun kelompok hanya sedikit, dan lain sebaginya.

    Mahasiswa menilai problem itu semua sebenarnya tidak terlepas dari pihak rektor sendiri yang kurang baik dalam memberikan amanah kepada bawahannya sehingga kampus IAINU tidak diurus dengan baik. “Kami akan menutup pintu gerbang kampus IAINU Kebumen sampai pihak kampus memenuhi tuntutan mahasiswa,” tandasnya.

    Ketua GEMA 13 Amir Hamzah menambahkan mahasiwa akan selalu mengawal kebijakan-kebijakan kampus dan meminta Rektor segera angkat kaki dari kampus IAINU Kebumen. Itu ketika tidak terbukti adanya pembenahan dari manajemen yang ada. “Rektor harus cepat mengambil sikap, karena kampus adalah wahana pendidikan yang harus diselamatkan sebagai pencetak generasi bangsa Indonesia,” paparnya.

    Sementara itu saat dikonfirmasi Rektor IAINU Kebumen Dr Imam Satibi SAg MPdI mengatakan, pihaknya telah bertemu dengan mahasiwanya. Tuntutan mahasiswa adalah terkait dengan PL dan KKN dan perbaikan manajemen kampus. “Mahasiswa keberatan dengan biaya PPL dan KKN, ya nanti kami pertimbangkan bersama-sama,” ucapnya. (mam)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top