• Berita Terkini

    Tuesday, August 2, 2016

    Dengan Seni, Hidup Terasa Lebih Hidup

    SEBAGAI perangkat Kelurahan non NIP (bukan PNS), di Kelurahan Kebumen,  nama Suwito sudah tidak asing lagi. Sebab, dia dipercaya oleh warga RW 04 Kelurahan Kebumen sebagai Kepala Lingkungan (Kaling). Bahkan tidak hanya di lingkungannya saja, tapi hampir seluruh masyarakat Kelurahan Kebumen banyak yang mengenalnya.

    Pria humoris ini, selain sebagai Kaling (Perangkat Kelurahan Non NIP), juga aktif di beberapa kegiatan sosial dan budaya. Para seniman Kebumen lebih banyak mengenal dengan nama Pitra Suwita. Di bidang sastra, ia telah menerbitkan beberapa antalogi puisi bersama penulis Kebumen, di antaranya Pencaharian (1987), Kuputarung (2009), serta kumpulan puisi terbaru Bulan Menggantung (2016). Beberapa naskah sinetron TV lokal maupun Nasional juga pernah dilakoni pria berperawakan kurus ini.

    Pekerjaan menulis sudah lama ia geluti dari tahun 1982, entah itu Puisi, naskah drama, cerpen, maupun karya sastra lainnya. Pada 13 Januari 2003 silam,  bersama sejumlah seniman muda Kebumen mendirikan komunitas bersama,  yaitu Sekolah Rakyat Melu Bae (SRMB ). Sampai saat ini komunitas tersebut masih eksis. Majelis Melu Bae ini pun menjadi semacam sekolah rakyat dan terbuka bagi siapa saja yang mau terlibat, dengan slogan "Mbayar Karep".

    Dengan komunitas tersebut, beberapa kegiatan telah dilaksanakan, tahun 2003 ngamen musik puisi di sekolah SMP, SMA, SMK, dan DPRD Kebumen. Tahun 2006 menggarap sinetron TV RATIH  berjudul Meraih Kemenangan, pada 2009 pentas teater "Jaleg ".

    Mengenal teater juga bukan dari kemarin sore, Pitra Suwita, pada 1986 telah melakukan pentas bareng dengan Gardu Satu ASDRAFI, dengan tulisan naskahnya "Dalam Masa Pergantian". Pada 2002 sempat ngangsu kawruh di ASDRAFI.

    Meski seabrek kegiatan dibidang kesenian, Pitra Suwita tak pernah melalaikan kewajibanya sebagai Perangkat Kelurahan Non NIP. "Saya mendapat amanat dari warga masyarakat Kelurahan Kebumen, harus diterima dengan baik dan iklas. Jadi antara sosial dan budaya bisa berjalan beriringan," ujarnya. Baginya, dengan berkesenian hidup terasa lebih hidup.(ori)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top