• Berita Terkini

    Wednesday, August 10, 2016

    Bupati: Warga Kampung Inggris Jangan "Kebarat-baratan"

    sudarno ahmad/ekspres
    Desa Jatijajar Jadi Kampung Inggris
    KEBUMEN (kebumenekspres.com)- Bupati HM Yahya Fuad telah menetapkan Desa Jatijajar, Kecamatan Ayah, menjadi Kampung Inggris di Kabupaten Kebumen. Dengan dilaunchingnya Desa  Jatijajar, Kecamatan Ayah sebagai kampung Inggris, menjadikan desa di kawasan barat  selatan Kebumen  tersebut sebagai   kampung inggris kedua di indonesia , setelah kampung inggris Pare, Kabupaten Kediri.

    Launching kampung Inggris dihadiri juga  Kepala Dikpora Kabupaten Kebumen  H Ahmad Ujang Sugiono, Asisten Sekda dan para Staf Ahli Bupati. Hadir juga para Kepala SKPD terkait serta Direktur dan Tutor Future English Education Center Pare Kabupaten Kediri. serta para Kepala SMA, MA, SMK, SMP dan MTs se-Kab. Kebumen dan kepala desa terkait.

    Bupati Kebumen HM Yahya Fuad,  berharap  dengan dilaunchingnya  Kampung Inggris Kebumen (KIK) di Desa Jatijajar Kecamatan Ayah,  bisa menjadi wahana belajar yang efektif untuk bisa berbahasa inggris dengan baik dan benar.

    Apalagi  saat ini penguasaan bahasa inggris bagi pelajar dan masyarakat kita sangatlah penting. Sebab, bahasa Inggris merupakan bahasa internasional yang paling banyak dipakai untuk berkomunikasi oleh bangsa-bangsa di dunia. Terlebih, tahun 2016, bangsa Indonesia telah memasuki era Persaingan Global yaitu Word Trade Organization (WTO), Asian Free Trade Area (AFTA) dan Masyarakat Ekonorni Asean (MEA).

    Dia juga menyatakan warga adanya Kampung Inggris bukan berarti gaya hidup masyarakatnya diubah seperti orang barat. "Tetapi hanya belajar bahasanya saja. Sedangkan gaya hidupnya justru akan lebih Islami," tegas Yahya Fuad, saat menyampaikan pidatonya pada Peluncuran Kampung Inggris di Desa Jatijajar, Kecamatan Ayah, Selasa (9/8/2016) sore.

    Lebih jauh, di Kampung Inggris  selain  untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Kabupaten Kebumen melalui penguasaan kemampuan berbahasa Inggris. Juga  untuk  pembangunan nilai-nilai karakter (character building) kepada para peserta kursus. Diantaranya dengan penanaman nilai-nilai budaya dan kearifan lokal Kebumen.

    Selain itu keberadaan Kampung Inggris Kebumen diharapkan bisa menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan. Sehingga bisa memajukan dan mendongkrak tingkat kunjungan obyek wisata yang ada di Desa Jatijajar.

    Fuad membeberkan, konsep Kampung Inggris di Jatijajar sendiri mengadopsi Kampung Inggris di Pare, Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Jika di Pare butuh waktu 40 tahun membangun Kampung Inggris, maka Bupati Yahya Fuad, optimis Kampung Inggris di Jatijajar cukup membutuhkan waktu dua tahun.

    Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kebumen, Ahmad Ujang Sugiono, menambahkan Kampung Inggris tersebut diharapkan juga mampu menghasilkan sumber daya manusia yang handal. Serta memiliki kemampuan berkomunikasi dengan baik menggunakan Bahasa Inggris. "Keberadaan Kampung Inggris ini diharapkan pula berdampak positif terhadap banyak hal. Antara lain kemajuan pariwisata dan pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Kebumen," ujarnya.

    Adapun untuk pemilihan tempat dan lokasi Kampung Inggris Kebumen di Desa Jatijajar, menurut Ujang,dikarenakan berbagai pertimbnagan. Antara lain karena aspek kemudahan daya jangkau dengan dukungan akses jalan yang memadai. Tersedianya sarana transportasi serta telah  adanya rumah warga masyarakat yang memadai sebagai tempat tinggal peserta kursus (home stay).
    Selain itu, juga karena tersedianya sarana tempat ibadah yang memadai untuk melaksanakan kegiatan keagamaan secara berjamaah. Serta yang tak kalah penting  adanya kesiapan warga masyarakat untuk menerima program kampung Inggris, termasuk kesiapan warga masyarakat untuk belajar Bahasa Inggris, dan menggunakannya dalam percakapan sehari-hari. (has/ori/mam/nn)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top