• Berita Terkini

    Wednesday, August 24, 2016

    Bupati Bantu Dana dan Program Pelatihan untuk Difabel

    MUH ROSYID FOR EKSPRES
    KEBUMEN (kebumenekspres.com)-Bupati Kebumen Ir H Mohammad Yahya Fuad SE memberi bantuan kepada difabel berupa program pelatihan dan uang Rp 20 Juta. Bantuan dana Rp 20 Juta untuk difabel itu, diberikan menggunakan uang pribadi bupati.

    Pemberian bantuan dilaksanakan saat salah satu warga jalan Karangbolong KM 7 Desa Karangsari Kecamatan Buayan, Irma Suryati berkunjung ke rumah dinas bupati, Selasa (23/8/2016). Irma Suryati adalah seorang difabel yang telah menjadi pelopor pembangunan masyarakat di bidang sosial.

    Turut hadir pada silaturahmi itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi dan Sosial (Disnakertransos) Kebumen Dwi Suliyanto SSos MSI, Kepala Bidang (Kabid) Sosial pada Disnakertransos Kabupaten Kebumen Muh Rosyid dan Kasi Rehabilitasi dan Pelayanan Sosial Rokum SSos.

    Pada pertemuan itu, Irma Suryati yang pernah mendapatkan undangan untuk mengikuti peringatan Detik-detik Proklamasi Kemerdekaan RI di Istana Merdeka Jakarta meminta bupati  untuk memberikan pelatihan kepada para difabel. Dengan mengikuti pelatihan diharapkan para difabel tidak hanya memproduksi keset saja melainkan juga barang lainnya.


    Irma juga meminta agar bupati memberikan bantuan berupa mesin jahit dan ruang sholat di tempat produksi para difabel. “Selain itu kami juga meminta bantuan kursi roda untuk saya dan suami,” tuturnya Irma Suryati yang juga pernah bersilaturahmi dengan Presiden Jokowi di Istana Merdeka Jakarta pada tanggal 18 Agustus 2016 lalu.


    Bupati Kebumen Ir HM Yahya Fuad mengatakan, bantuan pelatihan menjahit dan pelatihan keterampilan lainya akan dilaksanakan di Balai Latihan Kerja (BLK) Disnakertransos Kabupaten Kebumen.

    Difabel juga akan diberikan pelatihan Informasi teknologi (IT). Ini untuk memasaran hasil produksinya melalui internet. Adapun bantuan mesin jahit akan diberikan kepada siswa yang mengikuti pelatihan dari Disnakertransos pada kegiatan tahun 2017. “Untuk kursi roda, nanti akan diupayakan yang sesuai dengan ukuran pemakainya,” paparnya.

    Sementara itu, Muh Rosyid berharap agar apa yang dilakukan oleh Irma Suryati yakni mendermakan tenaga dan ilmunya untuk pembangunan dapat ditiru oleh para penyandang disabilitas. Sebab meski dengan keterbatasan yang ada, ternyata Irma mampu berkiprah nyata dalam pembangunan. “Saya harap perjuangan dan kirah Irma dapat menjadi contoh dan teladan bagi para penyandang disabilitas,” ucapnya. (mam)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top