• Berita Terkini

    Wednesday, August 31, 2016

    101 Tabung Gas untuk Bantu Warga Kurang Beruntung

    ISTIMEWA
    KEBUMEN (kebumenekspres.com)- Untuk pertama kalinya Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi dan Sosial (Disnakertransos) Kebupaten Kebumen mendapat program kegiatan Jaminan Sosial Gotong Royong (JS-GR) dari Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah Jateng.

    Bantuan Jaminan Sosial Gotong Royong yang diberikan oleh Gubernur Jawa Tengah H Ganjar Pranowo SH MIP itu, berupa tabung gas Lelpiji 3 kilogram sebanyak 101 unit. Bantuan tabung gas diperuntukkan untuk dua kelompok di dua desa, yakni Desa Tanjungsari dan Desa Tanjungrejo Kecamatan Buluspesantren. “Bantuan tersebut sesuai dengan keinginan yang diusulkan dalam bentuk proposal,” tutur Kepala Disnakertransos Kebumen Dwi Suliyanto SSos MSI melalui Kepala Bidang (Kabid) Sosial Muh Rosyid.

    Hadir dalam acara penyerahan tabung gas tersebut, Farid FD beserata stafnya dari Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah.

    Kepengurusan Program Jaminan Sosial Gotong Royong lanjut Rosyid, terdiri dari 10 orang dengan penanggungjawabnya adalah kepala desa (Kades) di masing-masing desa. Adapun anggotanya terdiri dari dari tokoh masyarakat (Tomas) tokoh agama (Toga) tokoh pemuda dan pamong desa.

    Bantuan tabung gas ini akan dijual. Dan, uang hasil penjualan, kemudian akan digunakan untuk membeli tabung gas kembali. “Dari sebagaian keuntungan atas usaha tersebut akan digunakan untuk membantu Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS), yang berada di desa dua tersebut, seperti lansia, penyandang disabilitas dan eks penyandang penyakit kronis,” terangnya.

    Roysid menambahkan, nama kelompok Pengembangan Sistem Jaminan Sosial Gotong Royong untuk Desa Tanjungrejo adalah "Mustika Rahayu", sedangkan untuk Desa Tanjungsari bernama "Kusmantri". Rosyid pun berharap program JS-GR di kedua desa dapat berjalan dengan baik. Kedua kelompok diharapkan melakukan pencatatan dengan membukukan semua kegiatannya secara tertib.

    “Usahakan pihak desa bisa memunculkan kelompok-kelompok JS-GR yang baru. Kegiatan ini dilaksanakan dengan anggaran dari masing-masing desa. Kelompok dibentuk dengan kegiatan yang berbeda seperti sewa kursi, sewa sound system dan lain sebagainya. Yang penting bisa membangkitkan semangat kegotong-royongan warga desa dan menghasilkan keuntungan untuk kemaslahatan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ucapnya. (mam)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top