• Berita Terkini

    Saturday, July 2, 2016

    Pemkab Dirikan Posko Terpadu Lebaran


    ilustrasi
    KEBUMEN (kebumenekspres.com)- Untuk mengantisipasi berbagai gejolak sepanjang libur lebaran, Pemkab Kebumen mendirikan Posko Terpadu Lebaran. Posko terpadu ini berjalan efektif selama lima belas hari, yakni mulai 29 Juni (H-7) hingga 13 Juli 2016 (H+7).

    Adapun posko terpadu yang ditetapkan Pemkab Kebumen berada di Gedung Sapta Pesona Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kebumen. Tak hanya itu, posko ini juga didukung dengan layanan sosial media twitter @poskoterpadukbm. Akun sosial media ini, selain untuk menginformasikan berbagai perkembangan tentang arus mudik dan balik, juga untuk menampung berbagai keluhan masyarakat terkait dengan persoalan lebaran.

    Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kebumen Adi Pandoyo, menjelaskan didirikannya posko terpadu tersebut sebagai pusat koordinasi dan informasi antar instansi. "Baik terkait kebutuhan pokok masyarakat (Kepokmas), kelancaran lalu lintas, keamanan dan kenyamanan masyarakat selama musim lebaran," kata Adi Pandoyo, kepada Kebumen Ekspres, kemarin.

    Menurut Adi Pandoyo, fungsi posko terpadu sebagai pusat koordinasi dan layanan informasi kondisi daerah serta pelaporan kepada bupati, gubernur dan Menteri Dalam Negeri. Meliputi arus mudik dan arus balik, kecelakaan lalu lintas, bencana alam, ketersediaan, kelancaran distribusi dan fluktuasi harga kepokmas. Selain itu, juga mengenai kerawanan sosial dan gangguan keamanan.

    "Ada juga posko teknis lebaran yang dilaksanakan oleh SKPD terkait. Yang berfungsi sebagai pos pelayanan kepada masyarakat secara langsung di lapangan," ujarnya.

    Selain posko terpadu, musim lebaran tahun ini juga didukung dengan posko-posko lain. Yakni posko yang didirikan oleh Polres Kebumen, terdiri dari sepuluh posko pengamanan, sepuluh sub posko pengamaan dan tiga cek point.

    Kodim 0709 Kebumen mendirikan tujuh posko, Dinas Pehubungan Komunikasi dan Informatikan (Dishubkominfo) lima posko. Dinas Pariwisata dan Kebudayaan sembilan posko di obyek wisata, serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mengerahkan empat posko.

    Sedangkan Dinas Kesehatan, mendirikan 22 posko kesehatan di sepanjang jalur mudik, obyek wisata dan pusat-pusat keramaian. "Juga didukung oleh enam posko Orada dan tiga dari Rapi," tandasnya.(ori)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top