• Berita Terkini

    Sunday, July 31, 2016

    Pasar Baledono Terbakar Atau Dibakar ?

    Refleksi Tiga Tahun Terbakarnya Pasar
    PURWOREJO- Tepat tiga tahun terjadinya peristiwa terbakarnya Pasar Balenono, masyarakat dan beberapa komunitas di Purworejo mengadakan acara refleksi tiga tahun terbakarnya pasar, Rabu (27/7) malam. Acara dilakukan disudut pasar ini, dihadiri pedagang dan segenap lapisan masyarakat.

    Acara digawangi Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesisa (PMII), melibatkan Komunitas Teater Purworejo (KTP), Pantomim Purworejo, Ormas Suluh, Sangar Bagelen, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Purworejo, Auroya Band and Anjar Duta dan doa bersama Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB).

    Kegiatan diawali dengan doa bersama lintas agama dari perwakilan anggota FKUB. Dilanjutkan performa art dari PMII. Acara meledak ketika Auroya Band menyanyikan lagu dengan judul Terbakar atau Dibakar dan 27 Juli Kelabu.

    Kemudian dilanjutkan dengan pentas lukis oleh sanggar Bagelen. Menjadi pemandangan menarik saat pembacaan puisi  orasi budaya dan kolaborasi lakon Tinggal Menunggu Waktu, antara Pantomim dan KTP.

    Sementara koleksi foto saat pasar terbakar yang berhasil diabadikan oleh PWI Purworejo terpampang disamping kiri panggung, menjadi hiasan artistik seakan mengingatkan kembali peristiwa terbakarnya pasar.

    Seksi acara, Imam mengatakan, gelaran tersebut seakan menjadi oase bagi ratusan masyarakat Purworejo untuk mencurahkan kegelisahan dukungan agar pasar segera dibangun. Disamping juga sebagai bentuk kritikan kepada pemangku kepentingan.

    "Ini membuktikan bahwa pedagang pasar tidak sendiri. Banyak teman-teman dan seluruh masyarakat Purworejo yang cinta dan peduli dengan pasar Baledono," kata Imam.

    Dikatakan, masyarakat sudah sangat mendambakan keberadaan Pasar Baledono untuk menopang perekonomian. Melalui itu pemangku kepentingan diharapkan mempunyai semangat baru, untuk bahu membahu mengembalikan Pasar Baledono.

    "Kita sama sekali tidak menyebar undangan, pejabat pemerintah juga tidak kita undang. Namun antusias masyarakat untuk mengikuti acara ini sangat tinggi. Itu menandakan mereka sangat peduli dengan Pasar Baledono," pungkasnya. (ndi)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top