• Berita Terkini

    Tuesday, July 12, 2016

    Pameran Lukisan Lumpur di Roemah Martha Tilaar

    istimewa
    KEBUMEN (kebumenekspres.com)-Bagi seorang seniman bahan apapun dapat dijadikan media untuk membuat karya seni meskipun itu adalah lumpur. Hal inilah pula yang dilakukan oleh Ong Dangto (44) seorang seniman lukis asal Desa Jatijajar Kecamatan Ayah. Dia mampu membuat lukisan nan indah menggunakan lumpur.

    Dua lukisan karya Ong Dangto dipamerkan dalam pameran yang bertajuk “Sastra dalam Warna” yang digelar di Roemah Martha Tilaar, beberapa waktu lalu. Selain memamerkan lukisan lumpur pada kesempatan itu Ong Dangto juga memajang lukisan yang menggunakan media cat minyak dan acrylic.   Dia juga memamerkan beberapa lukisan karya Ibrahim yang tidak lain adalah  putranya yang baru berusia sepuluh tahun.

    Pembukaan pameran itu, juga dihadiri oleh Pengurus Dewan Kesenian Daerah (DKD), para seniman lukis dan pemerhati seni lukis di wilayah Kebumen. Tampak hadir pula pelukis senior asal Gombong Ansori, yang kini ini berdomisili di Klaten.

    Dalam sambutannya, Deputi Program Roemah Martha Tilaar Sigit Tri Prabowo Roemah Martha Tilaar mengungkapkan bahwa pameran itu sekalipun dikemas sangat sederhana namun diharapkan dapat menjadi pemantik bangkitnya gairah seni rupa di Kebumen. “Kami menyadari bahwa apapun bentuk seni yang ada pasti membutuhkan panggung untuk tampil dan diapresiasi. Untuk itulah kami mencoba menggugah kesadaran semua pihak untuk bergotong-royong membangkitkan gairah berkesenian di Kebumen, khususnya seni rupa,” tuturnya.

    Dalam kesempatan itu Ong Dangto sendiri mengungkapkan bahwa lukisan-lukisan karyanya sebenarnya merupakan kisah pencarian makna hidup yang tertuang dalam kanvas. Tak heran jika dalam hampir semua lukisannya tercantum berbagai kalimat bijak, yang juga menunjukkan luasnya khasanah pustaka sang pelukis.

    Sementara itu Ketua Dewan Kesenian Daerah Pekik Sat Siswonirmolo dalam sambutannya mengungkapkan kebanggaan dan keharuannya dengan adanya pameran lukisan tersebuti. Dia berharap pemicu yang telah ditarik ini, dapat terus berlanjut dan tak hanya pada seni rupa saja, namun pada juga berbagai bentuk kesenian lainnya. Pekik juga sempat menyinggung perlunya reposisi Dewan Kesenian Daerah dalam konteks pengembangan seni budaya. “Semestinya DKD ditempatkan sebagai mitra pemerintah dalam pengembangan budaya, bukan sebagai komunitas binaan di bawah SKPD. Sebaliknya, ini menjadi introspeksi juga bagi DKD untuk semakin mampu berperan dalam mendampingi para pelaku seni budaya di Kebumen”, ujar Pekik.

    Dalam kesempatan yang sama Ansori juga mengusulkan supaya segera dirancang event-event senirupa di Kebumen. “Kalau melihat potensi seni rupa di Kebumen, saya optimis kita bisa melaksanakan pameran regular. Seniman asal Kebumen yang saat ini berkiprah di luar daerah sudah saya hubungi, dan mereka sudah menyatakan kesediaannya untuk terlibat dan memberikan dukungan,” katanya

    Hal itu ternyata juga diamini oleh perupa senior yang juga seorang seniman tari Sejatiningsih. Bahkan orang yang akrab dipanggil Eyang Jati itu mengaku telah menyiapkan setidaknya lima lukisan untuk disertakan dalam pameran di Kebumen. (mam)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top