• Berita Terkini

    Sabtu, 11 Juni 2016

    Tambak Udang Porak-poranda, Petambak Rugi Miliaran Rupiah

    istimewa
    KEBUMEN (kebumenekspres.com)- Para petambak udang di Kebumen tampaknya menjadi pihak yang paling dirugikan menyusul gelombang pasang yang terjadi dalam tiga hari terakhir. Akibat rob, belasan tambak udang rusak dengan total kerugian mencapai ratusan juga hingga miliaran rupiah.

    Koordinator Paguyuban Petambak Udang Urut sewu Kebumen, Kasimin (45) menyampaikan, dari 118 kolam yang ada Desa Tanggulangin Kecamatan Klirong, sebanyak 12 diantaranya rusak parah akibat terkena banjir rob. Belum lagi, kerusakan yang terjadi di Desa Tegalretno Kecamatan Petanahan. Dengan asumsi setiap petambak mengeluarkan modal sedikitnya Rp 75 juta-Rp 100 juta untuk satu kolam, kerugian yang terjadi di Tanggulangin akibat rob mencapai Rp 900 juta. "Bahkan lebih dari itu. Sebab, banyak kolam yang rusak sudah berjalan 1 bulan bahkan ada yang segera memasuki panen. Kalau ditotal jumlahnya bisa mencapai miliaran rupiah, " ujarnya, Jumat (10/6/2016).

    Menurutnya, banjir rob paling parah terjadi pada Rabu (8/6/2016) lalu. Saat itu, ketinggian gelombang yang mencapai 5 meter menyapu garis pantai Tanggulangin dan merendam puluhan tambak udang yang terdekat dengan garis pantai. Akibatnya, banyak petambak udang harus kehilangan kolamnya sama sekali. Sebagian lain yang sempat menyelamatkan kolam, harus memanen dini meski resikonya merugi. "Bahkan ada yang baru melakukan tabur (menyebar bibit) langsung hilang akibat rob," ujarnya.

    Sebagian petambak itu kini memilih untuk meninggalkan begitu saja kolam yang sudah rusak. Sementara, sebagian lainnya masih berupaya mencari yang bisa diselamatkan. Diakui Kasimin, banjir rob kemarin menjadi pukulan telak bagi para petambak udang di Kebumen.


    Terutama bagi para petambak yang merupakan warga asli Kebumen. Mengingat, untuk membangun kolam banyak sekali modal yang harus mereka keluarkan. Menurut Kasimin, setiap petambak harus mengeluarkan modal awal sekitar Rp 150 juta. Itu meliputi pembuatan kolam dan sarana pendukung berupa mesin sekitar Rp 75-100 juta ditambah biaya operasional selama 3 bulan.

    Di saat yang sama, Kasimin mengatakan, keberadaan tambak udang di Kebumen tak sekedar didominasi para pemodal besar yang menanamkam modalnya di kawasan pesisir selatan Kebumen. Banyak juga diantara mereka yang merupakan warga setempat yang mencoba peruntungan dengan membuka tambak udang. Dan, sejauh ini hasilnya menggembirakan. "Banyak warga kami yang terangkat perekonomiannya karena udang. Sebagian yang sukses sekarang bisa beli mobil," ujarnya.

    Oleh karena itu, dia meminta dinas terkait dapat lebih manusiawi menyikapi keberadaan tambak udang di pesisir selatan Kebumen. Diakuinya, masih ada beberapa petambak yang menyalahi aturan dengan belum mengantungi ijin. Namun, Kasimin berharap aparat terkait tak main tutup secara sepihak terhadap tambak-tambak yang dianggap melanggar aturan itu. "Karena itu tadi, keberadaan tambak udang telah meningkatkan taraf perekonomian warga kami. Jadi kami minta dinas terkait lebih bijaksana lah dalam menerapkan aturan," pintanya. (cah)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top