• Berita Terkini

    Thursday, June 9, 2016

    Satu Pria yang Nekat Ceburkan Diri ke Sungai Ditemukan Meninggal

    BPBD FOR EKSPRES
    KEBUMEN (kebumenekspres.com)- Agus, satu dari tiga orang yang dilaporkan hanyut di Sungai Luk ulo gara-gara takut ditangkap polisi, akhirnya ditemukan. Tim SAR gabungan menemukan pria warga Desa Kalibagor Kecamatan Kebumen tersebut, Kamis (9/6/2016)  sekitar pukul 10.00 WIB. Sayangnya saat ditemukan, korban sudah tewas.


    Keterangan Kasie Kedaruratan pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kebumen, Arif Rahmadi SSos, jenasah korban ditemukan pada jarak 1 km dari tempatnya menceburkan diri ke sungai persisnya di RT 02 RW 1 Kelurahan Tamanwinangun, Kecamatan Kebumen.  "Tim SAR menemukannya di wilayah Desa Muktisari atau sekitar 1 km dari tempat dia pertama kali hanyut," ujarnya, kemarin (9/6).

    Saat ditemukan, jenasah korban mengambang di atas air dan tersangkut diantara rumpun bambu yang tumbuh di pinggir sungai. Hari itu juga, jenasah dibawa tim Inafis Polres Kebumen ke RSUD Kebumen sebelum dikembalikan kepada pihak keluargan.

    Seperti diberitakan, tiga orang nekat menceburkan diri ke aliran Sungai luk Ulo pada Rabu (8/6). Aksi nekat itu terjadi setelah mereka kedapatan polisi tengah melakukan sabung ayam di wilayah Kelurahan Tamanwinangun.  Tampaknya bagi ketiga orang itu, mending terjun ke sungai daripada ditangkap polisi. Sayangnya, mereka tak menyadari resiko yang harus ditanggung mengingat saat itu Sungai Luk Ulo tengah banjir.

    Ketiganya masing-masing Agus yang ditemukan dalam keadaan meninggal. Kemudian Agus warga Desa Kutosari Kecamatan Kebumen dan Riyadin, warga Desa Seliling Kecamatan Alian.

    Di kesempatan yang sama, Arif mengatakan, ada informasi satu korban lain Agus warga Desa Kutosari Kecamatan Kebumen, ditemukan dalam kondisi selamat. Dari infromasi yang diterima BPBD, Agus selamat dari insiden kemarin. Namun, saat ini belum kembali ke rumah. "Yang bersangkutan dikabarkan menginap di rumah temannya. Namun kami masih harus memastikan apakah informasi itu benar atau tidak," imbuhnya. (cah)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top