• Berita Terkini

    Tuesday, June 7, 2016

    Penganut Aboge di Kebumen Mulai Puasa Hari Rabu

    imam/ekspres
    KEBUMEN  (kebumenekspres.com)- Meski pemerintah telah mengumumkan bahwa tanggal 1 Ramadhan jatuh pada 6 Juni 2016, pengikut Islam aliran Alip-Rebo-Wage (Aboge) di Kebumen baru akan mulai menjalankan ibadah puasa pada hari ini Rabu (8/6/2016).

    Sesepuh Aboge di Desa Clapar Kecamatan Karanggayam, Sanduryas (85) menyampaikan, pihaknya baru akan menjalankan ibadah puasa hari ini. Menurutnya, ada dua perhitungan penanggalan yaitu Asapon dan Aboge. Asapo (Alif Selasa Pon) merupakan penanggalan Masehi.  "Penanggalan Aboge juga masih digunakan oleh masyarakat secara turun temurun. Termasuk saat menentukan 1 ramadan dan 1 Syawal,” tutur Sanduryas, ditemui di rumahnya, Selasa (7/6).

    Tak hanya untuk menentukan ramadan dan 1 Syawal, menurut Sanduryas, perhitungan aboge juga banyak dipakai untuk menentukan tanggal setiap bulan, maupun saat akan melakukan hajatan seperti pernikahan, sunatan, pindah rumah dan lain sebagainya. “Untuk Desa Clapar, Logandu, Gunungsari, Kajoran Kecamatan Karanggayam dan sekitarnya masih banyak orang yang menggunakan perhitungan Aboge,” papar pria yang juga keturunan ke-6 dari Kanjeng Untung Suropati itu.

    Kepala Desa Clapar Mislan mengatakan, Aboge merupakan sistem perhitungan dan ajaran para leluhur. Hingga saat ini masyarakat masih memegang erat ajaran tersebut. Meski ajaran Aboge tidak secara lengkap tertulis dalam sebuah kitab, namun hingga kini ajaran itu masih terjaga dengan baik di pikiran dan hati rakyat. “Kita masyarakat sini masih menggunakan ajaran tersebut, jika tidak pasti akan terjadi sesuatu yang tidak diinginkan,” jelasnya.

    Mislan pun menjelaskan secara terperinci mengenai perhitungan Aboge. Menurutnya terdapat delapan tahun (satu windu) dalam perhitungan Aboge. Perhitungan Aboge akan kembali lagi pada hitungan awal setelah satu windu. Tahun Aboge dimulai dari tahun Alib Be, Alib He, Jim, J, Dal, Ba, Wawu dan Jim Akhir. Untuk tahun Alif Be Bulan Suranya dimulai pada Hari Kamis Legi (Misgi). Tahun Alif He Bulan Suranya dimulai Hari Minggu Pon (Gupon). Untuk tahun Jim Bulan Suranya dimulai pada Hari Jumat Pon (Mapon).

    Untuk tahun J Bulan Suranya dimulai pada Hari Selasa Pahing (Saing). Tahun Dal Bulan Suranya dimulai Hari Sabtu Legi (Tugi). Tahun Wawu Bulan Suranya dimulai pada Hari Senen Kliwon (Nenwon) dan untuk tahun Jim Akhir Bulan Suranya dimulai pada Hari Jumat Wage (Mage). “Dengan rumus yang ada maka kita dapat menentukan awal hari dari setiap bulannya,” paparnya.
    Lebih lanjut dijelaskan, tahun sekarang, merupakan tahun Jim atau tahun ketiga dari perhitungan Aboge. Dengan demikian maka Bulan Suranya jatuh pada hari Jumat Pon. Jika Bulan Sura jatuh pada hari itu, maka Bulan Puasa akan dimulai pada Hari Rabu Wage.“Dengan demikian maka tanggal 1 Syawalnya, menurut perhitungan Aboge akan jatuh pada Hari Jumat Wage,” paparnya.
    Adapun rumus untuk menentukan awal bulan yakni, Bulan Sura 1-1, Sapar 3-1, Mulud 4-5, Robingulakhir 6-5, Jumadil Awal 7-4, Jumadil Akhir 2-4, Rajab 3-3, Saban 5-3, Puasa 6-2, Syawal 1-2, Dulkaidah 2-1 dan Besar 4-1. “Angka depan untuk hari dan angka belakang untuk pasaran. Jadi kalau Bulan Sura ditahun Jim adalah Hari Jumat Pon maka Syawalnya adalah Jumat Wage. Ini karena rumusnya Bulan Syawal adalah  1-2. Hari Jumatnya tetap karena angkanya 1 dan pasaranya angka 2 maka berubah dari Pon menjadi Wage. Kita sudah dapat menentukan kapan waktu Hari Raya Idul Fitri akan tiba,” ucapnya dengan mantap. (mam)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top